KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan berencana melanjutkan rehabilitasi lahan sawah di kawasan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip.
Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan sisa lahan potensial seluas 58 hektare yang saat ini belum tergarap maksimal akibat keterbatasan akses vegetasi berat.
Seperti diketahui, potensi lahan sawah di Teritip memiliki luas 98 hektare. Namun saat ini baru 40 hektare yang dikelola secara aktif. Sehingga untuk mengoptimalkan lahan sawah masih perlu rehabilitasi.
“Kita belum bicara dananya berapa. Tapi mungkin yang akan dilakukan rehab sekitar 10 hektar pada tahun depan,” kata Kepala DKP3 Balikpapan Sri Wahjuningsih. Rencana ini sudah disampaikan kepada DPRD Balikpapan.
Baca Juga: Libur Sekolah, 10 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Samarinda Dipulangkan ke Balikpapan
Mereka pun menyambut positif rencana tersebut. Namun untuk kepastian nominal kebutuhan anggaran perlu pembahasan lebih lanjut. “Karena ini belum selesai pembahasan anggaran masih harus ke Banggar,” ucapnya.
Menurutnya yang terpenting ada komitmen bersama antara pemerintah daerah dan DPRD melakukan rehab sawah secara bertahap. Seperti tahun ini, rehab sawah sudah berjalan 14 hektare.
Baca Juga: SPMB SMA/SMK Kaltim Berpotensi Diperpanjang, Panitia Tunggu Keputusan Dinas Pendidikan
Serta pembangunan jalan usaha tani sepanjang 2 kilometer yang membuat akses logistik petani jauh lebih lancar. Intervensi ini berhasil meningkatkan luas tanam sawah dari 26 hektare menjadi 40 hektare.
“Kami ingin program ini bisa berjalan bertahap sampai nanti 56 hektare lahan yang tersisa bisa digunakan maksimal,” sebutnya. Dia berharap program ini terfasilitasi dalam APBD 2027.
Melalui dukungan infrastruktur, lahan baru, dan kinerja petani lokal. Kawasan Gunung Binjai berpotensi menjadi salah satu sentra produksi pangan utama di Kota Balikpapan. (*)
Editor : Duito Susanto