Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Warga Balikpapan Geger! Hujan Debu Cokelat Mendadak Turun, Emak-Emak Mulai Cemas

Dina Angelina • Rabu, 24 Juni 2026 | 11:32 WIB
FENOMENA LANGKA: Kondisi salah satu perabotan milik warga di kawasan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, yang terselimuti partikel hujan debu halus berwarna cokelat, Selasa (23/6).
FENOMENA LANGKA: Kondisi salah satu perabotan milik warga di kawasan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, yang terselimuti partikel hujan debu halus berwarna cokelat, Selasa (23/6).

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Pemandangan tak biasa bak wilayah terdampak erupsi vulkanik mendadak terlihat di sejumlah kawasan Balikpapan. Fenomena hujan debu halus berwarna cokelat yang turun sejak Subuh membuat warga, terutama yang memiliki anak balita, merasa waswas dan terpaksa mengurung diri di dalam rumah karena takut akan dampak kesehatan.

Pemandangan langka itu seperti butiran debu halus berwarna cokelat yang menyelimuti teras rumah, kendaraan, hingga tanaman. Itu dirasakan sejumlah warga yang bermukim di Karang Rejo, Balikpapan Tengah, hingga Gunung Samarinda, Balikpapan Utara.

Baca Juga: Perpanjangan Waktu SPMB, Pastikan Tak Ada Siswa Tertinggal Akibat Gangguan Sistem

Salah satunya warga Strat 2 Dewi yang menuturkan, hujan debu ini terasa sejak pagi hari. Dia menyadari sekitar pukul 09.30 Wita, saat keluar dari rumah dan melihat teras rumah. “Partikel sangat halus dan mudah menempel seperti pasir,” katanya. Dewi mengira debu itu karena tetangga menurunkan material pasir untuk renovasi rumah. 

“Ternyata saya cek sekeliling tidak ada yang membangun rumah. Teksturnya cokelat, lebih lembut dari pasir biasa,” ujarnya. Dia khawatir debu akan berdampak pada pernafasan. 

Terutama jika terhirup bayi, penderita asma, dan lainnya. “Saya punya balita berusia tiga tahun, jadi memilih untuk mengunci rapat pintu rumah saja agar debu tidak masuk,” imbuhnya.

Baca Juga: 100 Titik SPPG Diduga Fiktif di Cilacap, Ada yang Terdaftar di Kuburan dan Tengah Hutan

Debu biasa saja bisa membuat gatal tenggorokan jika terhirup. Dewi tidak membersihkan sementara karena khawatir debu semakin beterbangan. “Saya menyiram teras sampai balkon pakai air,” tuturnya.

Dewi berharap, perangkat daerah terkait maupun pihak berwenang mencari tahu penyebab dan kandungan dari hujan debu tersebut “Kami waswas karena tidak tahu dari mana asalnya debu, berbahaya atau tidak,” tegasnya.

Sementara warga lainnya, Fadil, yang bermukim di Karang Rejo menjelaskan, debu halus mulai muncul sejak Selasa. Namun, baru terlihat jelas saat pagi hari. “Kursi, mobil, jalanan, sampai tanaman semuanya berdebu cokelat,” ungkapnya.

Baca Juga: SPMB Kaltim Diperpanjang hingga 26 Juni karena Masalah Ini, Siswa Bontang Diminta Manfaatkan Tambahan Waktu

Dia menduga debu berasal dari aktivitas pembuangan di kawasan kilang minyak. Lokasi Karang Rejo memang berdekatan dengan area tersebut. “Malam sebelumnya api kilang besar sekali, tidak seperti biasanya tebal dan hitam. Dugaan saya mungkin debu ini imbas dari sana,” pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#debu #emak emak #balikpapan #fenomena