KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Warga Balikpapan Tengah dan Utara mendadak dihebohkan oleh fenomena hujan debu halus mirip pasir sejak Selasa (23/6). Menanggapi keluhan yang meresahkan masyarakat tersebut, manajemen PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) akhirnya angkat bicara.
VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan Asep Sulaeman mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. Warga yang terdampak di kawasan Balikpapan Tengah dan Utara.
Dia mengaku, pihaknya kini masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Mengingat saat ini kami sedang melakukan tahapan pengoperasian awal proses pengaliran bahan baku pada unit kilang baru,” katanya.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan PNS Belum Naik, Kebocoran Negara Disebut Capai Rp2.500 Triliun
Menurutnya, perusahaan senantiasa berkoordinasi dengan kelurahan dan masyarakat setempat. Serta instansi terkait dan melakukan pemantauan secara berkelanjutan untuk memastikan keselamatan operasional.
“Berdasarkan hasil identifikasi awal terhadap indikasi debu yang dilaporkan, karakteristik material masih berada dalam batas yang tergolong aman bagi kesehatan dan tidak menunjukkan tingkat risiko yang signifikan,” ungkapnya.
Meski begitu, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan kajian lebih lanjut untuk memastikan kondisi di lapangan. “Informasi akan terus kami sampaikan kepada instansi terkait seiring perkembangan hasil pemantauan dan evaluasi,” imbuhnya.
Baca Juga: Warga Balikpapan Geger! Hujan Debu Cokelat Mendadak Turun, Emak-Emak Mulai Cemas
Dia membuka keran komunikasi bagi masyarakat yang memiliki pertanyaan atau keluhan melalui kelurahan setempat sebagai jalur koordinasi resmi. “Kami berharap dukungan dan pengertian masyarakat,” ujarnya.
Asep beralasan, proses ini bagian dari penyelesaian proyek refinery development master plan (RDMP) Balikpapan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Harapannya dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Sementara itu, Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri menegaskan akan memantau kondisi selama satu atau dua hari ke depan. Dia ingin memastikan kejadian serupa hujan debu ini berkelanjutan atau tidak.
Alwi berharap kegiatan ini hanya sekali terjadi. “Kalau selanjutnya hujan debu masih berlanjut kita akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama instansi terkait,” tuturnya.
Terutama memanggil manajemen kilang Pertamina. Serta OPD terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan agar melakukan pemeriksaan secara langsung. (*)
Editor : Duito Susanto