KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Fenomena hujan debu misterius yang mendadak melanda Kota Minyak sudah terdengar oleh legislatif. Menanggapi keresahan warga terdampak yang khawatir akan dampak kesehatan pernapasan, Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri dengan tegas siap mengambil tindakan.
Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menelusuri asal dan penyebab hujan debu tersebut. “Benar atau tidak dari aktivitas pembakaran kilang Pertamina seperti yang dibicarakan masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Hujan Debu Misterius Landa Balikpapan, Pertamina Ungkap Dugaan Penyebabnya
Dia menegaskan, persoalan hujan debu ini menjadi perhatian DPRD Balikpapan. Pihaknya siap memanggil manajemen Pertamina. “Apalagi kalau ini kontinu tidak hanya kemarin saja,” imbuhnya.
Wakil rakyat khawatir kejadian hujan debu ini dapat mengganggu kesehatan pernafasan hingga kebersihan lingkungan. Dia memahami, mungkin kejadian hujan debu hanya bersifat sementara.
“Tapi kalau kejadiannya berkelanjutan sering ini menurut saya harus menjadi perhatian,” tegasnya. Alwi menambahkan, pihaknya akan memantau selama satu atau dua hari ke depan terlebih dahulu.
Baca Juga: Warga Balikpapan Geger! Hujan Debu Cokelat Mendadak Turun, Emak-Emak Mulai Cemas
“Apabila masih ada hujan debu yang terus berdampak ke masyarakat, maka wajib kita panggil (Pertamina),” imbuhnya. Dia mengingatkan, setiap dugaan tentu tetap membutuhkan pembuktian.
Walau memang informasi yang diterima hujan debu mengarah pada dugaan aktivitas operasional kilang minyak. Tetapi harus ada penelusuran untuk kepastian penyebabnya.
“Kami cari tahu dulu ini debu dari mana, aktivitas pembakaran atau pabrik mereka. Indikasinya dari Pertamina, mungkin karena memang perusahaan paling besar dan lokasinya dekat dengan warga terdampak,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto