Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Geger Hujan Debu di Balikpapan, DPRD Bakal Panggil Manajemen Kilang Pertamina

Dina Angelina • Rabu, 24 Juni 2026 | 12:47 WIB
ANTISIPASI: Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri menegaskan siap memanggil manajemen Pertamina apabila fenomena hujan debu yang meresahkan warga Kota Minyak terus berlanjut dalam satu hingga dua hari ke depan demi mengantisipasi gangguan kesehatan pernapasan. (DINA ANGELINA/KP)
ANTISIPASI: Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri menegaskan siap memanggil manajemen Pertamina apabila fenomena hujan debu yang meresahkan warga Kota Minyak terus berlanjut dalam satu hingga dua hari ke depan demi mengantisipasi gangguan kesehatan pernapasan. (DINA ANGELINA/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Fenomena hujan debu misterius yang mendadak melanda Kota Minyak sudah terdengar oleh legislatif. Menanggapi keresahan warga terdampak yang khawatir akan dampak kesehatan pernapasan, Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri dengan tegas siap mengambil tindakan.

Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menelusuri asal dan penyebab hujan debu tersebut. “Benar atau tidak dari aktivitas pembakaran kilang Pertamina seperti yang dibicarakan masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Hujan Debu Misterius Landa Balikpapan, Pertamina Ungkap Dugaan Penyebabnya

Dia menegaskan, persoalan hujan debu ini menjadi perhatian DPRD Balikpapan. Pihaknya siap memanggil manajemen Pertamina. “Apalagi kalau ini kontinu tidak hanya kemarin saja,” imbuhnya.

Wakil rakyat khawatir kejadian hujan debu ini dapat mengganggu kesehatan pernafasan hingga kebersihan lingkungan. Dia memahami, mungkin kejadian hujan debu hanya bersifat sementara.

“Tapi kalau kejadiannya berkelanjutan sering ini menurut saya harus menjadi perhatian,” tegasnya. Alwi menambahkan, pihaknya akan memantau selama satu atau dua hari ke depan terlebih dahulu.

Baca Juga: Warga Balikpapan Geger! Hujan Debu Cokelat Mendadak Turun, Emak-Emak Mulai Cemas

“Apabila masih ada hujan debu yang terus berdampak ke masyarakat, maka wajib kita panggil (Pertamina),” imbuhnya. Dia mengingatkan, setiap dugaan tentu tetap membutuhkan pembuktian.

Walau memang informasi yang diterima hujan debu mengarah pada dugaan aktivitas operasional kilang minyak. Tetapi harus ada penelusuran untuk kepastian penyebabnya.

“Kami cari tahu dulu ini debu dari mana, aktivitas pembakaran atau pabrik mereka. Indikasinya dari Pertamina, mungkin karena memang perusahaan paling besar dan lokasinya dekat dengan warga terdampak,” pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#hujan debu #kota minyak #dprd balikpapan #kilang Pertamina Balikpapan #Alwi Al Qadri