KALTIMPOST.ID-Semarak Piala Dunia 2026 mulai terasa di Balikpapan. Momentum pesta sepak bola dunia dimanfaatkan untuk mendorong pembinaan atlet usia dini melalui kegiatan Pesta Bola yang digelar di Atrium Family, LG Floor Pentacity Balikpapan, Jumat (26/6).
Kegiatan yang diselenggarakan Pentacity Shopping Venue tersebut menghadirkan beragam aktivitas bertema sepak bola dan secara resmi dibuka Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disporapar) Kota Balikpapan Ratih Kusuma. Turut hadir General Manager e-Walk dan Pentacity Mall Alfialdy Baenars.
Tidak sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola pusat perbelanjaan, dan insan sepak bola untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga sejak usia dini.
Baca Juga: KPU Balikpapan Intensifkan Pemutakhiran Data Pemilih untuk Jaga Akurasi Daftar Pemilih Pemilu 2029
Salah satu agenda utama dalam Pesta Bola adalah Turnamen Mini Soccer 3 versus 3 kategori U-9. Kompetisi tersebut menjadi daya tarik utama karena diikuti 64 tim dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) di Balikpapan.
Staf Event Promosi Pentacity Dzaki Arief mengatakan, turnamen tersebut dirancang sebagai bagian dari rangkaian Pesta Bola untuk menghadirkan atmosfer Piala Dunia 2026 di tengah masyarakat sekaligus memberikan ruang kompetisi bagi pesepak bola usia dini.
Menurutnya, format pertandingan tiga lawan tiga dipilih karena menyesuaikan area pertandingan yang berada di dalam pusat perbelanjaan.
Selain lebih sesuai dengan keterbatasan ruang, format tersebut juga menghadirkan permainan yang lebih cepat, atraktif, dan menghibur.
“Itu juga menjadi pengalaman pertama kami menggelar turnamen mini soccer di dalam mal, sehingga format tiga lawan tiga menjadi pilihan yang paling sesuai,” ujarnya.
Pelaksanaan turnamen turut melibatkan PSSI Balikpapan yang membantu proses koordinasi peserta serta mendukung penyelenggaraan kompetisi agar berjalan tertib dan kompetitif.
Dzaki menilai ajang tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan Piala Dunia, tetapi juga berfungsi sebagai wadah pembinaan talenta muda. Kompetisi diharapkan mampu memberikan pengalaman bertanding sekaligus membangun mental, teknik, dan sportivitas para pemain sejak usia dini.
Antusiasme juga terlihat dari para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka selama pertandingan berlangsung.
Salah seorang orangtua peserta mengaku keikutsertaan dalam turnamen membuat anaknya semakin disiplin mengikuti latihan dan lebih percaya diri saat bertanding bersama rekan setim.
Menurutnya, kompetisi usia dini tidak semata-mata mengejar kemenangan, tetapi menjadi sarana membentuk karakter, kerja sama, tanggung jawab, serta semangat sportivitas yang akan berguna dalam perkembangan anak.
Ia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin sehingga semakin banyak anak memperoleh kesempatan mengembangkan bakat di bidang sepak bola.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, pengelola pusat perbelanjaan, PSSI Balikpapan, dan komunitas sepak bola, Pesta Bola diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya olahraga sekaligus memperluas pembinaan atlet muda yang kelak mampu mengharumkan nama Balikpapan di tingkat regional maupun nasional. (rd)
Editor : Romdani.