KALTIMPOST.ID-Tren wisata berbasis pengalaman (experience tourism) terus berkembang di Balikpapan. Tidak hanya menawarkan destinasi alam, pelaku usaha pariwisata kini menghadirkan konsep akomodasi yang menggabungkan kenyamanan hotel dengan sensasi berkemah di alam terbuka. Salah satunya melalui Beach Glamping yang berlokasi di kawasan Pantai Manggar, Balikpapan.
Beach Glamping menghadirkan pengalaman menginap menggunakan tenda berbentuk dome yang menghadap langsung ke pantai.
Konsep tersebut menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus meninggalkan kenyamanan fasilitas modern.
Pemilik Beach Glamping, Sipur mengatakan, usaha tersebut mulai beroperasi sejak April 2025. Ide mendirikan glamping muncul dari banyaknya teman dan wisatawan yang ingin menikmati aktivitas berkemah, tetapi tetap menginginkan fasilitas yang praktis, sejuk, dan memiliki kamar mandi pribadi.
“Kami terinspirasi dari teman-teman yang suka camping, tetapi tidak ingin repot, tidak mau kepanasan, dan menginginkan toilet yang bersih serta privat. Saat itu di Balikpapan juga belum ada glamping dengan konsep tenda dome,” ujarnya.
Salah satu daya tarik utama glamping tersebut adalah bagian depan tenda yang menggunakan material transparan sehingga pengunjung dapat menikmati panorama Pantai Manggar langsung dari dalam tenda, terutama saat matahari terbit maupun menjelang senja.
Berbeda dengan konsep berkemah konvensional, Beach Glamping menyediakan berbagai fasilitas penunjang, seperti kamar mandi pribadi di luar tenda, pendingin ruangan (AC), tempat tidur queen size, smart TV, mini playground untuk anak-anak, hingga sarapan untuk dua orang.
Khusus pada akhir pekan, pengelola menghadirkan konsep sarapan piknik. Makanan disajikan di depan tenda sehingga tamu dapat menikmati hidangan sambil bersantai dengan latar pemandangan pantai.
Untuk menikmati fasilitas tersebut, tarif menginap dipatok Rp750 ribu pada hari kerja dan Rp 850 ribu saat akhir pekan.
Sipur menuturkan penggunaan AC menjadi salah satu pembeda dibandingkan sejumlah glamping lain yang umumnya hanya menyediakan kipas angin.
Baca Juga: KPU Balikpapan Intensifkan Pemutakhiran Data Pemilih untuk Jaga Akurasi Daftar Pemilih Pemilu 2029
Menurutnya, kenyamanan menjadi faktor penting agar wisatawan dapat menikmati pengalaman menginap secara maksimal.
Dari sisi keamanan, Beach Glamping menggunakan tenda semi permanen dengan rangka baja yang dirancang tahan terhadap cuaca ekstrem dan meminimalkan risiko kebocoran saat hujan.
Pengelola juga menerapkan sejumlah langkah antisipasi terhadap risiko paparan karbon monoksida. Seluruh kamar mandi ditempatkan di luar tenda dan tidak diperbolehkan menggunakan tungku pembakaran di dalam area glamping. Sirkulasi udara turut dijaga melalui ventilasi dan jendela yang dibuka secara berkala.
Selain itu, sejumlah aturan diterapkan demi menjaga kenyamanan seluruh tamu. Pengunjung dilarang membawa pengeras suara, kecuali menyewa seluruh area glamping, tidak diperkenankan membawa hewan peliharaan maupun minuman beralkohol. Bagi tamu yang menginap berpasangan, pengelola juga mewajibkan menunjukkan bukti pernikahan.
“Kami ingin memberikan pengalaman menginap yang berbeda. Bukan hanya tempat bermalam, tetapi juga suasana dan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.