KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Guna memperkuat ketahanan pangan di tingkat permukiman, DKP3 Balikpapan resmi menyusun program urban farming. Konsep pertanian perkotaan ini dirancang ramah lahan dengan mengombinasikan sistem hidroponik, budidaya ikan bioflok, hingga peternakan ayam petelur skala kecil.
Program pengembangan pekarangan pangan bergizi ini siap diluncurkan pada tahun depan. Salah satu sasaran strategi dari rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
Baca Juga: Bersihkan Lahan Mangrove Selama Sebulan, Gunung Elai Siapkan Destinasi Wisata Baru Ramah Lingkungan
“Itu dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga atau permukiman,” kata Kepala DKP3 Balikpapan Sri Wahjuningsih.
Pihaknya sudah menyusun alokasi anggaran untuk mendukung program urban farming. “Kami desain urban farming ada hidroponik dan sistem bioflok, serta peternakan ayam petelur,” tuturnya.
Namun, dibangun dalam skala kecil atau rumah tangga. Misalnya untuk ayam petelur hanya sekitar 24 ekor. “Sehingga bisa untuk protein lingkungan. Kalau dikelola dengan baik bahkan bisa menjadi cuan,” ungkapnya.
Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, DPRD Balikpapan Dorong Inovasi Pertanian Modern dan Urban Farming
DKP3 Balikpapan menargetkan dua lokasi urban farming pada 2027. “Keduanya berada di Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah. Dananya dari program pokok-pokok pikiran (pokir),” imbuhnya.
Dia berharap semangat urban farming ini menular secara massif di setiap rumah tangga. Setidaknya memenuhi kebutuhan pangan bergizi secara mandiri bagi keluarga di masing-masing lingkungan. (*)
Editor : Dwi Restu A