Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Anggaran Rp 147 Miliar Dikucurkan untuk Pembebasan Lahan DAS Ampal Tahun 2027, Target Tekan Banjir Balikpapan  

Dina Angelina • Minggu, 28 Juni 2026 | 12:24 WIB
Kondisi aliran sungai di hilir DAS Ampal Balikpapan yang kini masih dikelilingi permukiman padat warga. (ANGGI PRADITHA/KP)
Kondisi aliran sungai di hilir DAS Ampal Balikpapan yang kini masih dikelilingi permukiman padat warga. (ANGGI PRADITHA/KP)

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota dan DPRD Balikpapan sepakat melanjutkan penanganan banjir sebagai program prioritas pada tahun anggaran 2027. Salah satu langkah penting yang akan diambil adalah pembebasan lahan di hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp 147 miliar.

Proyek ini dipastikan kembali berlanjut tahun depan untuk menekan titik banjir di Kota Minyak. Rencananya Dinas Pekerjaan Umum (PU) melakukan pembebasan lahan di DAS Ampal yang selama ini menjadi titik krusial penanganan banjir.

Hal ini sudah melewati pembahasan bersama DPRD Balikpapan melalui rapat rencana kerja 2027. Fokus utama pembebasan lahan yakni hilir DAS Ampal yang masuk wilayah Kelurahan Damai Bahagia.

“Total kebutuhan anggaran sekitar Rp 147 miliar. Nantinya sungai diperlebar menjadi kurang lebih 40-50 meter seperti Sungai Sepinggan,” kata Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Yusri.

Baca Juga: Pimpin Wilayah Terluas, Tiga Camat di Paser Diminta Dongkrak Ekonomi dan Siaga Karhutla

Dia menjelaskan, pembebasan lahan ini berperan penting membuat sungai lebih lebar. Saat ini area hilir masih dikelilingi oleh permukiman. “Air sulit terbuang ke hilir yang berada di samping Hotel Zurich,” tuturnya.

Ketika sungai sudah diperlebar, harapannya saat debit air tinggi aliran bisa keluar dengan lancar dan mudah. Namun pembebasan lahan juga harus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Komisi III berharap Dinas PU melakukan mitigasi dan penyelesaian masalah banjir secepatnya. “Kami tidak ingin Balikpapan sebagai beranda ibu kota dikenal karena banjir,” sebutnya.

Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, DPRD Balikpapan Dorong Inovasi Pertanian Modern dan Urban Farming  

Terlebih saat ada tamu-tamu dari luar daerah, jalan tidak bisa dilewati karena banjir. Selain penanganan banjir, Yusri menuturkan ada beberapa pekerjaan infrastruktur dari Dinas PU pada tahun depan.

“Ada perbaikan Jembatan Muara Rapak perkiraan alokasi Rp10 miliar juga sudah masuk prioritas,” imbuhnya. Sementara itu, Komisi III menekankan agar Dinas PU dapat memperluas perbaikan trotoar.

Menurutnya perbaikan trotoar penting untuk mempercantik estetika kota. Selain itu, trotoar juga dirancang untuk mendukung kenyamanan Kota Balikpapan.

Serta bermanfaat sebagai jogging track seperti di Jalan Ruhui Rahayu I. “Pagu anggaran Dinas PU sebesar Rp 519,27 miliar yang akan terbagi dalam beberapa pekerjaan,” ucapnya.

Baik infrastruktur drainase, jalan dan jembatan, gedung pemerintahan hingga penyehatan lingkungan. Seperti program bank sampah dan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). (*)

Editor : Sukri Sikki
#yusri #dprd balikpapan #pemkot balikpapan #anggaran #DAS Ampal