KALTIMPOST.ID-Direktur RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan drg Ahmad Jais dilantik di Pendopo Odah Etam, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (29/6).
Setelah hampir setahun mengemban amanah sebagai pelaksana tugas (plt), siang itu menjadi penanda dimulainya kepemimpinan definitif di salah satu rumah sakit rujukan terbesar di Kaltim.
Proses pelantikan berlangsung khidmat. Di hadapan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan para pejabat yang turut dilantik, Ahmad resmi mengucapkan sumpah jabatan.
Pengangkatan tersebut sekaligus mengakhiri masa kepemimpinannya sebagai plt yang selama ini mengawal operasional rumah sakit, termasuk pengembangan layanan kesehatan strategis.
Status definitif yang kini disandang menjadi awal tanggung jawab yang lebih besar. Di tengah meningkatnya keperluan layanan kesehatan di Kaltim, Ahmad menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola rumah sakit, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta menjaga mutu pelayanan kepada masyarakat.
Setelah pelantikan, dia mengatakan tidak ada perubahan arah kebijakan yang signifikan. Menurutnya, jabatan definitif merupakan kelanjutan dari tugas yang telah dijalankan selama menjabat sebagai plt. “Itu ‘kan saya melanjutkan jabatan yang kemarin. Sekarang statusnya sudah definitif,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, fokus utama yang akan dilakukan adalah mengevaluasi kinerja internal dan memperkuat pengelolaan SDM.
Sementara dari sisi sarana dan prasarana, ia menilai fasilitas yang dimiliki RSKD masih memadai untuk mendukung pelayanan. “Yang sementara ini mungkin pada evaluasi, pengelolaan SDM, dan tata teknis yang lebih baik,” katanya.
Sebagai rumah sakit rujukan layanan jantung di Kalimantan, Ahmad menekankan pentingnya budaya mutu, keselamatan pasien, serta keselamatan kerja.
Menurutnya, aspek tersebut harus menjadi prioritas seluruh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan.
Ia menjelaskan, selama menjabat sebagai plt direktur sebenarnya tidak mengalami kendala berarti dalam mengambil keputusan karena tetap memiliki kewenangan sebagai kuasa pengguna anggaran.
Namun, dengan status definitif, komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Balikpapan maupun Kaltim semakin kuat.
“Budaya mutu dan keselamatan pasien harus terus dijaga. Itu menjadi bagian penting dalam pelayanan rumah sakit,” tegasnya.
Ahmad juga menyebut kehadiran Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower yang baru diresmikan menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kaltim.
Menurutnya, daerah patut bersyukur karena kini memiliki gedung dan peralatan kesehatan yang semakin lengkap. “Iya, alhamdulillah Kaltim patut bersyukur karena kita memiliki fasilitas, gedung, dan alat kesehatan yang memadai,” ujarnya.
Terkait kritik Rudy Mas’ud terhadap fasilitas rumah sakit saat melakukan peninjauan beberapa waktu lalu, Ahmad mengaku tidak mempermasalahkannya.
Ia menilai penyampaian gubernur lebih bersifat candaan dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. “Iya, beliau hanya bergurau saja. Saya kira siapa pun pasti tidak ingin sakit,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.