KALTIMPOST.ID-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Balikpapan belum menentukan arah dukungan maupun kandidat yang akan diusung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029.
Saat ini, partai lebih memprioritaskan penguatan kader serta persiapan menghadapi pemilihan legislatif.
Ketua DPC Hanura Balikpapan Syarifudin Oddang mengatakan pembahasan mengenai calon kepala daerah masih terlalu dini.
Menurutnya, partai akan terlebih dahulu mencermati perkembangan regulasi dan dinamika politik nasional, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang berkaitan dengan pelaksanaan pemilu dan pilkada.
“Kalau pilkada, kita belum tahu hasil dari Mahkamah Konstitusi yang sebenarnya seperti apa. Nanti kita lihat siapa kader yang memang layak dan siap maju dari Hanura,” ujar Syarifudin di Gedung DPRD Balikpapan, Rabu (1/7).
Baca Juga: Diduga Rem Blong, Truk Tangki BBM Tabrak Sejumlah Kendaraan di Batu Ampar, Satu Pemotor Meninggal
Di tengah belum adanya pembahasan mengenai Pilkada 2029, Hanura justru mulai memetakan strategi menghadapi pemilihan legislatif.
Syarifudin menargetkan partainya dapat meraih sedikitnya satu kursi di setiap daerah pemilihan (dapil) di Balikpapan.
Namun, menurutnya, target tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh kader bekerja secara konsisten membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Bergantung nanti bagaimana proses kita bekerja, berjuang, dan bagaimana masyarakat melirik kader-kader Hanura,” katanya.
Ia menjelaskan, meski pesta demokrasi masih beberapa tahun lagi, pembinaan kader terus dilakukan secara berkelanjutan.
Dalam setiap kegiatan internal, pengurus partai menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas kader sekaligus memperkuat kehadiran mereka di tengah masyarakat.
Syarifudin mengatakan DPP Hanura juga rutin terlibat dalam kegiatan pembekalan untuk memberikan arahan mengenai strategi politik dan kepemimpinan.
Selain itu, setiap daerah pemilihan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pendekatan yang diterapkan kepada kader maupun bakal calon legislatif tidak bisa disamaratakan.
“Terkait pola kepemimpinan dan bagaimana membangun kedekatan dengan masyarakat. Karena modal utama kami ada di masyarakat. Mau atau tidak masyarakat memilih kita, itu yang menjadi penentu,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.