Mahasiswa ITK Hadirkan Inovasi Aquaponik, Manfaatkan Air Kolam Lele jadi Nutrisi Alami Kangkung
Oktavia Megaria• Jumat, 3 Juli 2026 | 17:03 WIB
INOVATIF: ITK hadirkan inovasi menggunakan sistem aquaponik.
BALIKPAPAN – Inovasi bagi masyarakat kembali dihadirkan mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Tepatnya dari mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan angkatan 2023, Khairunisya Janatul Nadiah, dengan inovasi sistem aquaponik berbasis kolam lele di P4S ABAS FARM Km 12.Di bawah bimbingan dosen ITK, Husein Syahab dan Muhammad Anjas Syam, ini sebagai bagian dari kegiatan inovasi sosial yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Program ini juga dikembangkan untuk menjawab permasalahan pengelolaan kolam budidaya lele yang masih dilakukan secara konvensional. “Selama ini, sisa pakan dan kotoran ikan menyebabkan penurunan kualitas air, sementara kandungan nutrisi yang sebenarnya masih bernilai belum dimanfaatkan secara optimal,” jelas Husein Syahab.Melalui pendekatan aquaponik, lanjutnya, air kolam lele dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi alami bagi tanaman kangkung. Sehingga menciptakan sistem budidaya yang saling menguntungkan. Selanjutnya, kata dia, instalasi yang dibangun menggunakan pipa PVC sepanjang sekitar tiga meter dengan 15 lubang tanam, pompa air, serta dua unit filter berkapasitas 60 liter. Dilengkapi media pasir malang, kerikil, batu zeolit, busa, dakron, dan sistem backwash untuk menjaga kualitas air.Muhammad Anjas Syam menambahkan, kegiatan tersebut diawali dengan observasi lapangan, perancangan sistem, pembangunan instalasi, hingga pendampingan kepada pengelola P4S ABAS FARM mengenai pengoperasian dan perawatan aquaponik.Selama masa pengamatan yang memakan waktu 14 hari, sistem yang diterapkan mampu mendukung pertumbuhan tanaman kangkung, mengurangi endapan pada saluran air dan akar tanaman, serta menjaga kondisi ikan lele tetap stabil.Selain meningkatkan, Anjas menyebutkan efisiensi pemanfaatan air dan nutrisi, instalasi aquaponik ini juga menjadi media pembelajaran bagi masyarakat dan pengunjung P4S ABAS FARM. Mengenai konsep pertanian terpadu yang ramah lingkungan. “Inovasi sederhana ini menunjukkan bahwa limbah budidaya perikanan dapat diolah kembali menjadi sumber daya yang bernilai melalui penerapan teknologi tepat guna,” tutupnya. (*) Editor : Ismet Rifani