KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Disdikbud Balikpapan akhirnya merilis daya tampung jalur reguler SPMB 2026 yang dibuka hari ini, Senin (6/7). Sebagai contoh, SMP 1 Balikpapan kini menyisakan 96 kursi panas dari total daya tampung 440 siswa.
Ini diambil dari sisa kuota dari empat jalur yang dibuka sebelumnya. Selain merilis sisa kuota, pemerintah kota juga membawa kabar seputar kepastian distribusi seragam gratis menjelang tahun ajaran baru.
“Kesempatan bagi masyarakat untuk mendaftarkan lagi bagi anak-anak yang belum diterima. Baik domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.” kata Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik.
Baca Juga: Daftar Kawasan Terdampak Pemadaman Listrik Samarinda dan Kukar Hari Ini
Dia berharap, semoga jalur ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh orang tua/wali murid. Jumlah daya tampung dari jalur reguler di setiap sekolah sudah dipublikasikan. Silakan memantau incaran masing-masing.
Contoh SMP 1 dengan total daya tampung 440 orang, saat ini tersedia kuota 96 orang untuk jalur reguler. Ini berasal dari jalur afirmasi dan mutasi yang masih tersisa. Irfan memastikan kuota tetap sesuai kapasitas.
Termasuk kuota dari 15 SMP swasta yang bekerja sama dengan pemerintah. Disdikbud Balikpapan merilis kuota daya tampung yang tersedia dan bisa menjadi opsi bagi orang tua murid.
Baca Juga: Aturan Resmi Seragam Sekolah SD, SMP, SMA 2026, Ini Warna dan Ketentuannya
“Sekolah ini juga gratis karena pemerintah yang sudah membiayai seluruh kebutuhan siswa,” tuturnya. Program kerja sama yang berjalan sejak tahun lalu dengan 13 sekolah. Kemudian sekarang menjadi 15 sekolah.
“Anggaran Rp 3-4 miliar per tahun untuk biaya SPP dan sebagainya,” sebutnya. Irfan meminta agar orang tua tetap waspada, jangan percaya oknum yang menawarkan bisa membawa siswa masuk sekolah dan minta imbalan.
“Kami akan evaluasi SPMB nanti setelah semua tahapan rampung,” tuturnya. Selain itu, Disdikbud Balikpapan juga berupaya melakukan distribusi seragam gratis sebelum tahun ajaran baru berjalan.
Kini seragam sudah berada di Balikpapan dan dalam proses sortir. “Semoga bisa kami bagi secepatnya. Walau selama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sementara murid memakai baju lama,” tutupnya. (*)
Editor : Duito Susanto