KALTIMPOST.ID-Penjualan seragam sekolah di Pasar Klandasan, Balikpapan terpantau masih sepi jelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Rencananya hari pertama masuk sekolah dijadwalkan pada 13 Juli 2026.
Artinya kurang dari sepekan, siswa sudah memulai kegiatan belajar mengajar. Meski begitu, suka cita tahun ajaran baru tak lagi maksimal dirasakan pedagang seragam.
Masalahnya kebijakan seragam gratis dari pemerintah daerah dinilai menjadi faktor utama penurunan omzet pedagang seragam hingga 50 persen.
Salah satunya dialami Toko Saudara 2, Helmi mengungkapkan kondisi ini sudah dirasakan sejak tiga tahun terakhir. Tepatnya setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menerapkan program seragam gratis untuk jenjang SD dan SMP.
Kemudian disusul oleh Pemprov Kaltim untuk pemberian seragam gratis jenjang SMA. Helmi memprediksi tahun ini penjualan lebih sepi dari tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya mendekati masuk sekolah penjualan mengalami peningkatan yang signifikan, tapi sekarang ada penurunan sekitar 50 persen,” ujarnya pada Rabu (8/7).
Menurutnya, keberadaan program tersebut membuat orang tua murid tak lagi banyak membeli seragam. Cukup hanya membeli satu setel seragam sebagai persiapan sementara.
Sembari menunggu pembagian seragam gratis dari pemerintah. Kini sepasang seragam SD dibanderol seharga Rp 150 ribu, seragam SMP Rp 180 ribu, dan seragam SMA Rp 200 ribu.
Meski memaklumi program prioritas tersebut, Helmi berharap pemerintah juga memikirkan nasib pedagang yang terdampak. Harapannya ada solusi atau kebijakan agar pedagang kecil tidak gulung tikar.
Sementara itu, salah seorang warga bernama Dini bercerita tetap membeli seragam baru di Pasar Klandasan untuk sang anak yang sebentar lagi menjadi siswa SD. Dia ingin putrinya bisa langsung berseragam sejak hari pertama sekolah.
“Ini stok sementara saja sebelum seragam gratis dibagikan. Kasihan nanti kalau masuk sekolah tidak pakai seragam,” ujarnya.
Seperti diketahui, Pemkot Balikpapan melalui Disdikbud telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 miliar. Tahun ini pengadaan sekitar 150 ribu pasang seragam gratis bagi siswa PAUD, SD, dan SMP.
Sedangkan Pemprov Kaltim menyiapkan anggaran sebesar Rp 65 miliar untuk pengadaan 64.000 paket seragam sekolah gratis bagi pelajar tingkat SMA pada tahun ajaran 2026/2027. (rd)
Editor : Romdani.