BALIKPAPAN - Program inovatif "Balikpapan Nyaman Sekolah" dan keberhasilan dalam menekan volume sampah menjadi modal kuat Pemerintah Kota Balikpapan dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026.
Melalui kedua sektor unggulan ini, Balikpapan optimis dapat menembus jajaran tiga besar di tingkat nasional. Balikpapan Nyaman Sekolah merupakan perhatian pemerintah dalam bidang pendidikan.
Pemerintah Kota bekerja sama dan memberi bantuan kepada 15 SMP swasta. Sekaligus memperluas daya tampung sekolah. “Setiap anak di 15 SMP ini mendapat bantuan uang pangkal, SPP, hingga seragam gratis,” ujar Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo.
Ini merupakan bagian dari kemanfaatan pemerintah kota terhadap kesejahteraan masyarakat. “Mandatory spending untuk pendidikan dan kesehatan kita utamakan dulu, baru lainnya yang optimasi,” tuturnya.
Serta Balikpapan mendapat respons positif tim penilai dari sisi pengurangan sampah. Mereka melihat hampir setiap kota kesulitan dalam mengelola sampah. Sedangkan Balikpapan berhasil mengurangi sampah 30 persen.
Kini berupaya dengan target pengurangan sampah 50 persen. Atas keberhasilan tersebut, Balikpapan terbaik kedua se-Indonesia dalam kinerja pengelolaan sampah 2025 oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Kemudian kehadiran Kampung Bungas yang bisa optimal memanfaatkan sampah. Bagaimana masyarakat benar-benar menerapkan pengelolaan sampah sedari rumah tangga.
“Nanti sistem Kampung Bungas ini akan disebarkan dan menjadi trigger atau role model di kelurahan yang lain,” tegasnya. Bagus berharap, Balikpapan berhasil bisa lolos di tahap berikutnya yakni tiga besar nasional. (*)
Editor : Ismet Rifani