BALIKPAPAN – Ratusan Ketua Rukun Tetangga (RT) dari seluruh wilayah Kecamatan Balikpapan Utara mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Balikpapan Utara, Kamis (9/7). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas RT dalam mendukung digitalisasi layanan sosial dan administrasi kependudukan.
Bimtek dibuka Sekretaris Kecamatan Balikpapan Utara Slamet Riyadi didampingi Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Yogi Nur Chandra. Dua narasumber dihadirkan, yakni Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Balikpapan Bahrian serta Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan, Kasma Ervina Haida.
Dalam sambutannya, Slamet mengingatkan pentingnya peran Ketua RT sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, terutama di tengah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.
Ia meminta para Ketua RT memahami kondisi dan data kependudukan di wilayah masing-masing agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
"Kami berharap para Ketua RT tetap semangat, tetap kompak, terjaga kesehatannya, dan apa yang sudah diamanahkan semoga bisa dijalankan dengan baik," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bahrian memaparkan sistem digitalisasi program perlindungan sosial yang memungkinkan kondisi sosial ekonomi masyarakat diperbarui secara real time. Melalui sistem tersebut, warga dapat mengajukan berbagai bantuan sosial secara lebih mudah.
Jenis bantuan yang terintegrasi dalam sistem meliputi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP), bantuan BPJS Kesehatan, subsidi listrik, LPG, hingga BBM.
Bahrian juga menyampaikan perkembangan pelaksanaan digitalisasi perlindungan sosial di Balikpapan. Hingga 8 Juli 2026, sebanyak 19.634 kepala keluarga atau sekitar 7,32 persen dari total 268.064 kepala keluarga telah masuk dalam sistem. Capaian tersebut menempatkan Balikpapan di peringkat ketujuh dari 43 kabupaten/kota yang menjadi lokasi proyek percontohan.
Pemerintah menargetkan cakupan pendataan meningkat menjadi 70 persen atau sekitar 187.645 kepala keluarga pada 25 Juli 2026.
Sementara itu, Kasma Ervina Haida menyampaikan materi mengenai pentingnya aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi masyarakat yang belum melakukan pendaftaran. Menurutnya, IKD menjadi salah satu langkah transformasi layanan administrasi kependudukan berbasis digital.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Pemerintah berharap Bimtek tersebut mampu meningkatkan kapasitas Ketua RT dalam mendukung digitalisasi layanan publik sekaligus mempercepat validasi data sosial dan kependudukan di Kota Balikpapan.
Editor : Muhammad Ridhuan