Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dihantam Gelombang Besar, 3 Rumah Warga di Klandasan Ulu Balikpapan Ambruk ke Laut

Muhammad Taufik • Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:07 WIB
Sisa material bangunan dari tiga rumah warga yang ambruk akibat dihantam ombak besar terdampar di pesisir sekitar lokasi kejadian di RT 09 Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan, Jumat (10/7). (Foto: Muhammad Taufik)
Sisa material bangunan dari tiga rumah warga yang ambruk akibat dihantam ombak besar terdampar di pesisir sekitar lokasi kejadian di RT 09 Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan, Jumat (10/7). (Foto: Muhammad Taufik)

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tiga rumah warga di RT 09 Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Kalimantan Timur, ambruk ke laut setelah dihantam gelombang besar dan angin kencang pada Jumat (10/7) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WITA. Sebanyak 12 warga dari tiga kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Selain itu, dua rumah lain yang dihuni dua KK dengan total tujuh jiwa turut terdampak akibat kondisi bangunan yang kini miring.

Salah seorang korban, Mustika, mengatakan gelombang tinggi sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Pada dini hari sebelum kejadian, ia bersama keluarganya tidak dapat tidur karena ombak terus menghantam bagian bawah rumah.

“Dari beberapa hari memang gelombangnya sudah besar, angin juga kencang. Dari kemarin pasangnya tinggi sekali. Sekitar jam empat subuh kami tidak bisa tidur karena ombak. Tiba-tiba terdengar bunyi ‘krek’, jadi kami cepat-cepat mengamankan barang,” ujar Mustika.

Baca Juga: Anak 11 Tahun Hanyut di Pantai Kemala Balikpapan, Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian

Namun, saat keluarga berusaha menyelamatkan barang-barang, bangunan rumah langsung ambruk dan longsor ke arah laut.

“Waktu lagi mengamankan barang, tahu-tahu langsung anjlok dan longsor ke air semua,” lanjutnya.

Mustika mengatakan tiga rumah yang ambruk tersebut dihuni satu keluarga besar, terdiri dari dirinya, orang tua, adik, anak serta bayinya yang masih kecil.

Meski seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri, sejumlah korban mengalami luka ringan. Mustika mengalami luka pada kaki yang diduga terkena sisa seng bangunan. Adiknya juga terluka, sementara ibunya mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa kayu. Bayinya turut mengalami luka di bagian tangan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Mall, Central Park Borneo Bay Mall Hadirkan Sistem Pintar hingga Parkir Berbasis Sensor

Kepala keluarga korban, Misnan, yang juga ayah Mustika, mengatakan kejadian tersebut merupakan pertama kali dialami keluarganya sejak menetap di kawasan itu pada 1992.

“Belum pernah mengalami seperti ini. Saya tinggal di sini sejak 1992, baru tadi malam terjadi kejadian seperti ini. Alhamdulillah keluarga selamat,” ujarnya Misnan.

Ketua RT 09 Klandasan Ulu mengatakan total warga yang terdampak dalam kejadian itu mencapai 19 jiwa. Sebanyak 12 jiwa dari tiga KK kehilangan rumah, sedangkan tujuh jiwa dari dua KK lainnya berada di rumah yang kondisinya kini jadi miring dan berpotensi membahayakan.

“Yang benar-benar habis itu tiga rumah, tiga KK, 12 jiwa. Kemudian ada dua KK lagi, tujuh jiwa, yang terdampak karena rumahnya miring. Total semuanya 19 jiwa,” katanya.

Baca Juga: Usai Junior Grand Prix 2026, Alvino dan Retna Fokus Genjot Fisik Jelang Sirnas C Bontang

Sejak pagi, bantuan mulai berdatangan dari Dinas Sosial dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), berupa perlengkapan rumah tangga dan pakaian. Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta warga sekitar juga ikut membantu mengevakuasi dan mengamankan para korban. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Rumah ambruk Balikpapan #Klandasan Ulu Balikpapan Kota #Gelombang besar Balikpapan #Bencana alam Kaltim #Korban gelombang tinggi Klandasan