KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan kembali menggelar bursa kerja tahunan, Job Market Fair (JMF) 2026. Agenda rutin Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan itu akan dilaksanakan selama dua hari, mulai 14–15 Juli 2026, bertempat di BSCC Dome Balikpapan.
JMF kali ini merupakan gelaran pertama dari dua agenda bursa kerja yang direncanakan sepanjang 2026. Disnaker mengimbau seluruh pencari kerja (pencaker) di Kota Minyak untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan sebaik-baiknya untuk menemukan peluang karier.
Baca Juga: TPT Turun, Angka Pengangguran di Balikpapan Kini Tersisa 5,84 Persen
Kepala Disnaker Balikpapan Adamin mengungkapkan, pemerintah menargetkan sedikitnya 90 perusahaan dapat berpartisipasi dalam JMF 2026. Hingga saat ini, antusiasme dunia usaha tergolong sangat tinggi.
“Saat ini, total yang sudah terkonfirmasi mencapai 85 perusahaan dengan membuka sebanyak 2.044 lowongan kerja,” terang Adamin.
Sektor industri yang membuka kesempatan kerja dalam ajang tersebut sangat beragam. Di antaranya manufaktur, fabrikasi alat berat, penyedia jasa tenaga kerja, perbankan, pembiayaan, transportasi dan logistik, migas, perhotelan, dan sebagainya.
Untuk mempermudah proses dan mengurai antrean, para pencaker disarankan untuk melakukan registrasi secara daring (online) sebelum datang langsung ke lokasi BSCC Dome.
Melalui link pendaftaran pencaker yakni bit.ly/regpencakerJMF2026. Link Daftar Perusahaan & Lowongan: bit.ly/LokerJMF_2026
Salah satu persyaratan utama bagi pelamar adalah wajib memiliki Kartu Pencari Kerja (Kartu Kuning/AK-1) serta ber-KTP Balikpapan. Kebijakan itu diterapkan guna memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal. “Harapan kami program tersebut dapat menyerap pencaker, terutama warga asli Balikpapan,” tambahnya
Pada pelaksanaan tahun ini, Disnaker Balikpapan menargetkan angka serapan tenaga kerja bisa mencapai hingga 80 persen dari total lowongan yang tersedia. Namun, Adamin mengakui bahwa realisasi serapan di lapangan sangat bergantung pada minat pelamar serta kesesuaian latar belakang pendidikan.
Berdasarkan evaluasi dari gelaran sebelumnya, lowongan di sektor marketing atau pemasaran biasanya paling minim terserap karena kurang diminati para pencaker.
Menyikapi hal tersebut, Adamin menyarankan agar para pencari kerja tidak bersikap terlalu memilih dan tetap mencoba memasukkan lamaran. Setidaknya mencari pengalaman kerja selama enam bulan hingga satu tahun.
“Pengalaman tersebut nantinya akan menjadi bekal berharga dan memberikan nilai lebih saat ingin melamar di perusahaan lain ke depan,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A