BALIKPAPAN - Setelah pencarian selama dua hari, Abizar, bocah 11 tahun yang terseret arus di Pantai Kemala, Balikpapan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (12/7) pagi.
Korban ditemukan Tim SAR Gabungan sekitar pukul 09.25 Wita pada operasi pencarian hari kedua yang dimulai sejak pukul 07.15 Wita. Jenazah selanjutnya dievakuasi menuju ruang mortuary Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Komandan Regu Basarnas Balikpapan, Nur Ngalim, mengatakan operasi pencarian diawali dengan apel dan briefing pada pukul 07.00 Wita sebelum seluruh personel bergerak menyisir perairan Pantai Kemala.
"Sekitar pukul 09.25, SAR gabungan berhasil menemukan jenazah korban," ujarnya.
Korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi terakhir terlihat (LKP) ke arah tenggara. Jika diukur dari garis pantai, posisi korban berada sekitar 25 hingga 30 meter dari bibir pantai.
Nur Ngalim mengungkapkan, jasad korban ditemukan dalam kondisi mengapung ke permukaan saat tim sedang melakukan penyisiran sehingga proses evakuasi dapat segera dilakukan menggunakan perahu karet.
"Waktu kita searching, korban muncul di permukaan," katanya.
Selama operasi pencarian, Tim SAR Gabungan menyisir area perairan hingga radius dua nautical mile. Proses pencarian sempat terkendala cuaca buruk berupa gelombang tinggi, angin kencang, serta arus laut yang cukup kuat.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, BPBD, Lanal Balikpapan, Polairud, serta sejumlah organisasi potensi SAR seperti Senkom, Banda, Orari, dan RAPI.
Sebelumnya, korban dilaporkan terseret arus bersama tiga temannya di Pantai Kemala pada Sabtu (11/7). Tiga anak lainnya berhasil diselamatkan warga, sementara korban hilang dan baru ditemukan pada hari kedua pencarian. (*)
Editor : Ismet Rifani