KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP 18 Balikpapan resmi berjalan pada Senin (13/7). Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (15/7).
Mereka sebagian besar datang masih mengenakan seragam SD atau sekolah asal. Kesempatan ini menjadi momen adaptasi, siswa mengenal kondisi fisik sekolah, pendidik, dan mata pelajaran yang dijalani.
Khusus selama MPLS, siswa mendapatkan materi pembentukan budaya sekolah antiperundungan (anti-bullying). Ini sesuai dengan materi wajib arahan dari Kemendikdasmen.
Baca Juga: MPLS Balikpapan 2026 Dimulai Hari Ini, Seragam Gratis untuk Siswa Baru Dibagikan Pekan Depan
Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Lilis Nur Hidayah mengatakan, pihaknya siap turun memantau ke sekolah selama pelaksanaan MPLS. Terutama penerapan MPLS Ramah.
“Masalah bullying atau perundungan menjadi perhatian utama,” katanya. Disdikbud Balikpapan memberi atensi bagaimana siswa bisa masuk sekolah dengan aman dan nyaman.
Baca Juga: Juara Piala Soeratin U13 Balikpapan, Bintang Timur Harap Dukungan untuk Berlaga di Tingkat Provinsi
“Semua sekolah juga akan memberikan materi anti-bullying,” ucapnya. Dalam hal ini, guru tidak hanya menyampaikan materi sendiri. Bahkan sekolah turut menggandeng pemateri ahli dari luar.
Seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dan Puskesmas setempat. Salah satunya muatan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Menurutnya dengan materi antiperundungan dari ahli menunjukkan komitmen sekolah mencegah segala bentuk tindakan bullying. ”Harapannya siswa ingat dan menjadikan materi ini sebagai pegangan selama di sekolah,” tutupnya. (*)
Editor : Duito Susanto