KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Di tengah dinamika pelayanan publik yang terus berkembang, Kecamatan Balikpapan Kota meluncurkan sebuah gerakan inovatif bernama Krenkota (Kreasi Inovasi Kecamatan Balikpapan Kota).
Gerakan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan panggilan bagi seluruh pegawai di wilayah Kecamatan Balikpapan Kota untuk menggali potensi terbaik mereka.
Tujuannya jelas yaitu untuk menciptakan solusi nyata bagi permasalahan masyarakat, sekaligus mendorong pembangunan di berbagai sektor.
Inovasi yang lahir dari program ini tidak boleh sekadar teoritis. Setiap ide harus menyentuh salah satu dari tiga unsur prioritas pembangunan kota, yaitu penguatan UMKM, pengolahan sampah, dan penanganan stunting—seperti yang dicontohkan oleh Kelurahan Madani.
Baca Juga: Hari Pertama MPLS di Balikpapan: Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah Mulai Diterapkan
Camat Balikpapan Kota, Rosin Suparlan, menjelaskan inovasi lahir dari kebiasaan melihat persoalan di lapangan. "Dalam bekerja melayani masyarakat, kita pasti berhadapan dengan berbagai persoalan. Nah, melalui inovasi inilah kita membantu mempermudah kehidupan mereka," ujarnya.
Dan yang lebih penting, inovasi tidak boleh bersifat sementara. "Jangan sampai begitu orangnya pindah, inovasi ikut mati. Kami ingin membudayakan inovasi, sehingga pegawai tidak asing dan tidak takut dengan perubahan," tambahnya.
Untuk mewujudkan budaya tersebut, para pegawai membentuk tim inovasi lintas bidang. Mereka tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi saling berkolaborasi dari berbagai seksi. Hasilnya, beragam ide kreatif pun bermunculan.
Baca Juga: DPRD Kutim Usul Biaya Sekolah Swasta Ditekan, Kurangi Penumpukan di SMA/SMK Negeri
Kelompok yang terdiri dari Fajar Muamar, Saroh Setiawan, dan Yos Gumelar—gabungan dari Seksi Pembangunan dan Seksi Pemerintahan—mencetuskan Klinik UMKM Ku. Inovasi ini lahir untuk menjawab keluhan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang kerap kesulitan dari akses permodalan, pemasarannya dan kedepannya bisa menjadi ruang konsultasi bisnis.
Sementara itu, Delsiana dan Irmawati mengusung ide pengelolaan sampah melalui program Kancil (Kantor Bersih Pilah Sampah jadi Bernilai). Program ini mengajak seluruh aparatur kecamatan memilah sampah dari sumbernya, mengubah limbah yang sebelumnya dianggap tak berguna menjadi bernilai ekonomi.
Tak ketinggalan, hadir pula inovasi Pojok UMKM, Toko Magot serta Kilau (Klandasan Ulu Informasi Lengkap dan Akurat untuk UMKM). Semua inovasi ini dipaparkan langsung penuh semangat di hadapan Camat Rosin Suparlan dan Sekretaris Kecamatan Balikpapan Kota Aditya Eka Wicaksana. (*)
Editor : Sukri Sikki