KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan mencatat jumlah pencari kerja yang belum mendapatkan penempatan hingga Juni 2026 telah mencapai 2.827 orang. Dari total tersebut, persentase antara laki-laki 1.406 orang dan perempuan 1.421 orang menunjukkan angka yang hampir seimbang.
Melihat tantangan ini, Pemkot Balikpapan resmi membuka Job Market Fair (JMF) 2026 di BSCC Dome pada Selasa (14/7/2026). Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal secara praktis, efektif, dan efisien.
”Silakan manfaatkan momentum job market fair ini sebaik mungkin,” ujar Asisten II Setdakot Balikpapan, Andi Yusri Ramli, saat membuka acara.
Baca Juga: Job Market Fair Balikpapan 2026 Diserbu Pencaker, Lulusan SMA/SMK Paling Banyak Dicari!
Berdasarkan data resmi Disnaker Balikpapan, angka pencari kerja tahun ini didominasi oleh lulusan Sarjana (S-1). Berikut adalah rincian latar belakang pendidikan para pencari kerja di Balikpapan per Juni 2026: SD 23 orang, SMP 19 orang, SMA/SMK 772 orang, Diploma 400 orang, S-1 (sarjana) 1.520 orang, S-2 (magister) 93 orang.
Melihat tingginya angka lulusan pendidikan tinggi yang belum terserap, Andi Yusri mengingatkan para pencari kerja untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, perusahaan saat ini tidak hanya melihat kualifikasi di atas kertas.
”Ini saatnya pencari kerja menunjukkan kemampuan, etos kerja, dan semangat belajar. Perusahaan mencari tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kualifikasi, tapi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tegas Yusri.
Pemkot Balikpapan menegaskan bahwa masalah pengangguran dan penyerapan tenaga kerja tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Diperlukan kolaborasi kuat antara dunia usaha, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, serta elemen masyarakat.
Apalagi sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan kini terus tumbuh pesat seiring masifnya pembangunan dan investasi yang masuk. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan lokal agar tidak kalah bersaing.
“Bagaimana tenaga kerja Balikpapan bisa kompeten dan berdaya saing. Pertumbuhan investasi dan iklim usaha harus diimbangi dengan kompetensi SDM yang sesuai kebutuhan dunia industri,” tambahnya.
Melalui gelaran JMF 2026, perusahaan dan pencari kerja dapat bertemu secara langsung guna memangkas proses rekrutmen.
“Semoga JMF tahun ini dapat tercipta banyak peluang kerja, memperluas akses terhadap dunia kerja, menekan angka pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto