KALTIMPOST.ID-Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan menargetkan sedikitnya 60 persen lowongan kerja yang tersedia dalam Job Market Fair Balikpapan 2026 dapat terisi.
Dari lebih dari 2.000 lowongan yang dibuka selama dua hari pelaksanaan, pemerintah berharap sekitar 1.200 hingga 1.300 pencari kerja berhasil memperoleh pekerjaan.
Target tersebut disampaikan Kepala Disnaker Balikpapan Adamin Siregar saat meninjau pelaksanaan Job Market Fair di BSCC Dome Balikpapan, Selasa (14/7).
Kegiatan yang berlangsung hingga Rabu (15/7) itu diikuti 85 perusahaan dari berbagai sektor usaha dengan total 69 jenis jabatan yang ditawarkan.
Menurut Adamin, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Hingga hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 2.086 pencari kerja telah melakukan registrasi. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah hingga penutupan kegiatan.
“Harapan kita bisa terserap setidaknya 60 persen. Kalau ada sekitar 2.000 lowongan kerja, paling tidak 1.200 sampai 1.300 orang bisa mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja yang dibuka perusahaan merupakan kebutuhan riil dunia usaha saat ini.
Karena itu, setiap perusahaan memiliki standar rekrutmen yang berbeda sesuai karakteristik pekerjaan yang ditawarkan.
Sebagian perusahaan membuka kesempatan bagi lulusan baru tanpa pengalaman kerja. Namun, tidak sedikit pula yang mensyaratkan pengalaman kerja, sertifikasi, maupun keahlian tertentu sesuai posisi yang dilamar.
“Itu memang sesuai kebutuhan dunia usaha. Nanti pencari kerja tinggal melihat persyaratan dari masing-masing perusahaan,” katanya.
Meski optimistis target penyerapan dapat tercapai, Disnaker mengakui tidak seluruh lowongan akan langsung terisi.
Setelah kegiatan berakhir, pihaknya akan melakukan evaluasi bersama perusahaan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan sebagian formasi belum terpenuhi.
“Nanti yang tidak terserap akan kita evaluasi. Apakah kendalanya karena kurang pengalaman, kurang memenuhi persyaratan, atau faktor lainnya. Itu menjadi tugas Disnaker untuk melakukan evaluasi,” jelasnya.
Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan job fair sebelumnya, tingkat penyerapan tenaga kerja masih berada di bawah 50 persen.
Hasil evaluasi tahun ini akan menjadi bahan penyusunan strategi agar pelaksanaan bursa kerja berikutnya semakin efektif mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi pencari kerja.
Job Market Fair kali ini merupakan penyelenggaraan pertama pada 2026. Disnaker Balikpapan telah merencanakan pelaksanaan gelombang kedua pada November atau Desember mendatang untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Balikpapan. (rd)
Editor : Romdani.