BALIKPAPAN – Direktur Keuangan dan Umum Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Albertus Kurniadi Hendartono mengakui kuota pendaftar masih jauh dari target. Hal ini tentu jadi salah satu alasan pihaknya menggelar sosialisasi untuk seleksi tahap kedua.
“Memang masih belum mencapai target, setidaknya kalau dibandingkan dengan Malaysia, masih harus mengejar,” jelas Albertus, usai mengisi sosialisasi di Institut Teknologi Kalimantan, Selasa (14/7) lalu.
Beberapa faktor, disebutnya memang bisa jadi penyebab hal ini. Salah satunya karena di dalam proses tersebut, akses kepada dukungan dana itu juga sangat terbatas.
“Makanya lewat seleksi LPDP tahap kedua ini kami coba untuk dibuka lebih banyak lagi,” tambahnya.
Sebab menurutnya, untuk menentukan banyak atau tidaknya memerlukan indikator yang banyak sekali. Tidak hanya sekadar passing grade, tetapi juga kondisi di dalam maupun di luar negeri.
Dia menyebutkan, program beasiswa ini sendiri bisa diakses oleh civitas akademika mau pun masyarakat umum. Walau memang saat ini baru program magister (S2), doktor (S3) dan dokter spesialis yang menjadi fokusnya.
Sementara itu program sarjana (S1) masih tengah dikembangkan. Program yang saat ini dikembangkan adalah yang program 3-1-1, bekerja sama dengan universitas luar negeri.
“Jadi skemanya, dia S1 selama 3 tahun di Indonesia, 1 tahun di kampus luar negeri, tetapi ijazah S1-nya dari dalam negeri. Tambah 1 tahun untuk S2 di luar negeri, itu yang sedang dikembangkan,” tandasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani