KALTIMPOST.ID-Institut Teknologi Kalimantan (ITK) terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian yang berorientasi pada penguatan ekonomi lokal.
Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan pembuatan pot bunga berbahan semen bagi masyarakat di sekitar Kampus ITK, Jalan Sungai Wein, Balikpapan Utara.
Kegiatan bertajuk Pelatihan Produksi Pot Bunga Semen untuk Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Masyarakat di Sekitar Kampus ITK, Balikpapan Utara tersebut dipimpin dosen Teknik Perkapalan ITK Muhammad Uswah Pawara bersama tim yang terdiri atas Chris Jeremi dan Suardi.
Seremoni pelatihan berlangsung pada Selasa (14/7). Sementara pendampingan kepada peserta telah dilakukan sejak dua pekan sebelumnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai peluang usaha, tetapi juga mempraktikkan langsung seluruh proses produksi.
Mulai pembuatan cetakan, pencampuran semen dan pasir dengan komposisi yang tepat, proses pencetakan, pengeringan, hingga tahap pengecatan agar menghasilkan pot bunga yang memiliki nilai jual.
Ketua Tim Pengabdian Muhammad Uswah Pawara mengatakan, usaha pot bunga semen memiliki prospek yang cukup baik karena permintaan pasar terus meningkat. Produk tersebut banyak dibutuhkan untuk mempercantik taman rumah, kafe, perkantoran, hingga kawasan wisata.
“Usaha ini tidak membutuhkan teknologi yang rumit. Dengan keterampilan sederhana dan kreativitas dalam desain, masyarakat sudah bisa menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya kepada wartawan Kaltim Post di lokasi.
Program tersebut turut melibatkan CV Scaffolding sebagai mitra. Selama ini perusahaan tersebut bergerak di bidang penyewaan peralatan scaffolding untuk proyek konstruksi.
Melalui pelatihan tersebut, para karyawan diperkenalkan pada peluang usaha alternatif yang dapat dijalankan ketika permintaan penyewaan peralatan mengalami penurunan.
Ketua CV Scaffolding Syahruddin atau Callu mengaku pelatihan tersebut memberikan perspektif baru bagi perusahaan maupun pekerja.
Menurutnya, produksi pot bunga semen dapat menjadi sumber pendapatan tambahan dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah diperoleh.
“Kami sangat terbantu. Selama ini hanya fokus pada usaha penyewaan scaffolding. Sekarang kami mengetahui bahwa kami juga bisa memproduksi pot bunga semen untuk dijual. Ini bisa menjadi usaha tambahan ketika pekerjaan utama sedang sepi,” katanya.
ITK berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan pelaku usaha baru di lingkungan sekitar kampus. Selain meningkatkan keterampilan masyarakat, program pengabdian ini diharapkan memperkuat ekonomi lokal melalui inovasi sederhana yang mudah diterapkan dan memiliki nilai komersial. (pus/pms/rd)
Editor : Romdani.