BALIKPAPAN – Bagi siswa SD hingga SMA berprestasi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan dalam ajang literasi dan numerasi tingkat nasional, I Discovered Maths, English and Science Competition (ID-MEC) 2026.
Selain menjalin kerja sama dengan 16 negara, Institute of Mathematics and Science Olympiad (IMASO) Indonesia kembali menggelar ID-MEC yang mempertandingkan tiga bidang utama: Matematika, Sains (IPA), dan Bahasa Inggris.
Ketua Yayasan IMASO Indonesia, Fera Setiawan, menjelaskan bahwa ID-MEC yang kini memasuki tahun keenam diinisiasi untuk memberikan wadah kompetisi original dari Indonesia.
"Kami berpikir tidak hanya mendatangkan lomba dari luar negeri sebagai penyelenggara atau kerja sama. Tapi harus punya ajang sendiri untuk membantu anak-anak Indonesia mendapatkan akses kompetisi lebih mudah," ungkap Fera.
Dia bercerita, kali pertama diluncurkan berawal dari kompetisi Matematika. ID-MEC terus berkembang hingga melengkapi kategorinya dengan kehadiran bidang Sains dan Bahasa Inggris.
Salah satu keunggulan utama ID-MEC adalah statusnya yang telah terkurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Pusprenas) sejak 2022. Hal ini membuat sertifikat atau prestasi yang diraih siswa dalam ajang ini dapat dimanfaatkan sebagai poin tambahan pada jalur prestasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Saat ini, ID-MEC telah berskala nasional dengan lokasi babak final yang bergantian di berbagai daerah setiap tahunnya. “Targetnya, kompetisi ini akan merambah tingkat internasional pada tahun depan,” ucap Awan, sapaan akrabnya.
Bagi para siswa yang ingin berpartisipasi, berikut adalah tahapan pelaksanaan ID-MEC 2026:
Babak Penyisihan: Dilaksanakan pada Oktober 2026.
Babak Final: Digelar di Surabaya pada Desember 2026, yang akan mempertemukan ratusan peserta terbaik dari seluruh Indonesia.
Sebagai gambaran, pada penyelenggaraan ID-MEC 2025 lalu, tercatat sebanyak 1.051 peserta ikut ambil bagian pada babak penyisihan.
Awan, menjelaskan bahwa ID-MEC merupakan kompetisi berjenjang untuk mengasah kemampuan siswa dalam menuangkan ide literasi dan numerasi, khususnya pada babak final yang menggunakan format isian singkat dan uraian.
Ia berharap tahun ini semakin banyak pelajar asal Balikpapan yang berhasil menembus babak final, mengingat potensi siswa Kota Minyak selama ini unggul di bidang Matematika dan Bahasa Inggris.
Awan juga berpesan agar siswa mulai mempersiapkan diri dan tetap semangat menuju kompetisi. “Ini sebagai sarana mengukur kemampuan akademik serta membangun mental juara melalui kompetisi yang sehat,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani