KALTIMPOST.ID-Kegiatan Table Top: Surabaya Where Business Meets Leisure yang digelar di Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan, Selasa (21/7), mendapat sambutan positif dari para buyer yang berasal dari berbagai kalangan.
Mulai biro perjalanan wisata, instansi pemerintah, asosiasi, hingga pelaku industri pariwisata di Balikpapan dan Kaltim memanfaatkan forum tersebut untuk menjajaki peluang kerja sama dengan pelaku usaha dari Surabaya.
Melalui agenda business matching itu, para buyer berkesempatan bertemu langsung dengan 32 seller yang menawarkan beragam produk dan layanan.
Tidak hanya hotel dan destinasi wisata, tetapi juga biro perjalanan, fasilitas kesehatan, hingga sport tourism yang menjadi salah satu potensi unggulan Surabaya.
Baca Juga: Bisnis Rental Sepeda di Balikpapan Diserbu Gen Z, Gowes Kini Jadi Gaya Hidup dan Tren Konten Estetik
Kegiatan tersebut dinilai menjadi sarana efektif untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus mempertemukan pelaku industri pariwisata dari dua daerah yang memiliki konektivitas transportasi cukup baik.
Pertemuan tatap muka juga membuka ruang pertukaran informasi mengenai produk, layanan, maupun peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan.
Salah satu buyer yang hadir, anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kaltim Dewi menilai kegiatan seperti ini memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha karena mampu mempertemukan penyedia jasa dengan calon mitra bisnis secara langsung.
Menurutnya, para peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai destinasi wisata di Surabaya, tetapi juga perkembangan sektor perhotelan, layanan kesehatan, hingga berbagai paket promosi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan perjalanan wisata maupun bisnis.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena kami bisa mengenal lebih dekat potensi yang dimiliki Surabaya. Selain membangun relasi bisnis, kami juga mendapatkan informasi terbaru mengenai hotel, destinasi wisata, hingga berbagai promo yang ditawarkan para seller,” ujarnya.
Dewi menambahkan, kemudahan akses transportasi antara Balikpapan dan Surabaya menjadi salah satu faktor penting yang mendukung terbukanya peluang kerja sama di sektor pariwisata. Frekuensi penerbangan yang tinggi membuat mobilitas wisatawan maupun pelaku usaha menjadi lebih mudah.
Ia mengaku cukup mengenal Surabaya karena memiliki kedekatan secara pribadi dengan kota tersebut. Menurutnya, kondisi itu membuat Surabaya menjadi salah satu destinasi yang memiliki daya tarik bagi masyarakat Balikpapan.
Selain pelaku usaha, kehadiran buyer dari unsur pemerintah juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antardaerah dalam pengembangan sektor pariwisata.
Hasil business matching ini dapat dimanfaatkan untuk membangun kemitraan, termasuk mencari mitra perjalanan yang tepat dalam mendukung agenda perjalanan dinas maupun kegiatan bisnis.
Tingginya antusiasme buyer menjadi sinyal positif bagi penguatan hubungan industri pariwisata antara Surabaya dan Balikpapan.
Kolaborasi yang terjalin diharapkan tidak hanya menghasilkan kerja sama jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kedua daerah. (rd)
Editor : Romdani.