Satgas Yonif 613/Raja Alam Selesaikan Misi di Papua, Pangdam Sebut Pendekatan Humanis Berhasil Perkuat Kepercayaan Masyarakat

Muhammad Taufik • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 18:06 WIB
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Krido Pramono menyambut personel Satgas Yonif 613/Raja Alamdi Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Rabu (22/7) pagi. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Krido Pramono menyambut personel Satgas Yonif 613/Raja Alamdi Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Rabu (22/7) pagi. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID-Suasana Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Rabu (22/7) pagi, dipenuhi rasa lega dan haru. Satu demi satu prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Yonif 613/Raja Alam (Rja) kembali menginjakkan kaki di Kalimantan setelah menuntaskan penugasan selama satu tahun di Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Sebanyak 450 personel disambut dalam upacara penyambutan yang dipimpin Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Krido Pramono.

Kepulangan mereka menjadi penanda berakhirnya satu siklus operasi yang tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pendekatan kemanusiaan kepada masyarakat.

“Kurang lebih 450 orang, dan alhamdulillah kembali dengan selamat, aman, dan lengkap,” ujar Krido.

Baca Juga: Ketika Anggaran Menyusut, Haruskah Pelayanan Ikut Menyusut? Menakar Kepemimpinan Pancasila di Tengah Era Efisiensi

Selama bertugas, Satgas Yonif 613/Rja mencatat sejumlah capaian di wilayah operasi. Pangdam menyebut prajurit berhasil menguasai beberapa titik yang sebelumnya dikuasai Organisasi Papua Merdeka (OPM), yakni di Yamo, Yundu, Mewoluk, dan Furbalo.

Namun, menurut Krido, keberhasilan penugasan tidak semata diukur dari penguasaan wilayah. Pendekatan teritorial yang dilakukan personel juga berhasil membangun kepercayaan masyarakat.

Salah satu contoh yang disorot ialah perubahan kondisi Kampung Mewoluk, yang sebelumnya dikenal sebagai "kampung hitam".

“Melalui pendekatan yang dilakukan Satgas, masyarakat dengan penuh kesadaran memberikan ikrar untuk setia kepada NKRI. Ini prestasi yang luar biasa,” katanya.

Di luar tugas pengamanan, prajurit juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Mereka membantu pelayanan kesehatan, pendidikan, karya bakti, pembangunan fasilitas umum, serta menjalin komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai mampu mempererat hubungan antara aparat dan warga setempat.

Krido mengungkapkan, selama satu tahun penugasan tidak terjadi kontak tembak. Kondisi itu, menurutnya, menunjukkan pendekatan yang diterapkan mampu menciptakan situasi yang lebih kondusif.

Baca Juga: Business Matching di Balikpapan, 32 Pelaku Industri Pariwisata Surabaya Tawarkan Wisata, Hotel, hingga Medical Check Up

“Secara umum mereka berhasil, dan masyarakat menunjukkan respons yang positif terhadap keberadaan mereka. Bahkan sepanjang penugasan alhamdulillah tidak ada kontak tembak. Artinya mereka mampu menyatu dengan masyarakat,” ujarnya.

Setelah kembali ke markas, seluruh personel akan menjalani masa konsolidasi, evaluasi, pemeriksaan personel dan materiil, serta pembinaan satuan sebagai bagian dari persiapan menghadapi tugas berikutnya.

Siklus operasi TNI di Papua pun akan terus berlanjut. Pangdam menyebut pada Agustus mendatang satuan lain dijadwalkan diberangkatkan menggantikan Satgas Yonif 613/Raja Alam, meneruskan tugas menjaga keamanan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat di wilayah perbatasan Papua. (rd)

Editor : Romdani.
Kodam VI/Mulawarman pangdam mulawarman ibu kota nusantara Kutai Barat Daerah Perbatasan Indonesia