KALTIMPOST.ID-Selama satu tahun bertugas di Puncak Jaya, Papua, prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Yonif 613/Raja Alam (Rja) tidak hanya menjalankan misi pengamanan wilayah.
Mereka juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pendekatan teritorial TNI.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Krido Pramono saat menyambut kepulangan 450 personel Satgas Yonif 613/Rja di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Rabu (22/7).
Menurut Krido, penerimaan masyarakat terhadap kehadiran prajurit menjadi salah satu indikator penting keberhasilan penugasan.
Bahkan, selama setahun menjalankan operasi di Puncak Jaya, situasi tetap kondusif tanpa terjadi kontak tembak.
"Masyarakat saya lihat cukup sayang dengan prajurit yang berada di penugasan daerah Puncak Jaya. Bahkan sepanjang mereka bertugas, alhamdulillah tidak ada kontak-kontak tembak. Artinya mereka penuh kesadaran menyatu dengan masyarakat," ujarnya.
Selain menjaga keamanan, personel Satgas aktif memberikan pelayanan kesehatan, mendukung kegiatan pendidikan, melaksanakan karya bakti, membantu pembangunan fasilitas umum, serta menjalin komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat hubungan antara aparat dan warga, sekaligus menciptakan suasana yang lebih kondusif di wilayah penugasan.
Pangdam menambahkan, siklus operasi di Papua akan terus berlanjut. Pada Agustus mendatang, satuan lain dijadwalkan menggantikan Satgas Yonif 613/Raja Alam untuk meneruskan tugas menjaga keamanan sekaligus membangun kemitraan dengan masyarakat setempat. (rd)
Editor : Romdani.