KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan menggelar Rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) dan Advokasi Perlindungan Anak di Aula Balai Kota Balikpapan, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid ini menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional sekaligus bentuk komitmen Pemkot Balikpapan dalam mempertahankan status Kota Layak Anak.
Baca Juga: Peringatan Hari Anak Nasional di Sangatta, Orangtua dan Guru Diingatkan Hindari Kekerasan Verbal
Plt Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni D Larose mengungkapkan bahwa tantangan perlindungan anak di daerah masih cukup besar, terutama dengan adanya peningkatan temuan kasus kekerasan pada anak.
Berdasarkan data yang dicatat DP3AKB Balikpapan, angka indikasi kekerasan terhadap anak mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Siswa SD dan SMP Negeri di Kutim Bakal Dapat Tambahan Pelajaran Pemahaman Kitab Suci
Pada Juli 2025 tercatat 122 kasus dan Juli 2026 meningkat menjadi 132 kasus.Selain kasus kekerasan fisik dan pelecehan, DP3AKB juga memantau adanya ancaman baru terhadap tumbuh kembang anak, yaitu indikasi paparan paham terorisme.
"Ini bukan karena doktrin agama, melainkan akibat akses media sosial atau paparan konten yang diterima anak," tegas Eny, sapaan akrabnya.
Untuk menekan angka kasus tersebut, rapat gugus tugas ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi dr. Triseno Adji dan Psikolog Patria Rahmawaty. Kegiatan ini melibatkan Kelompok Kerja (Pokja) KLA, Tim Penggerak PKK, serta berbagai pemerhati anak.
Baca Juga: Mahakam Job Fair 2026 Hadirkan Auto Matching, Disnaker Bidik Tekan Pengangguran
Ke depan, DP3AKB bersama seluruh stakeholder tengah merancang rangkaian kegiatan terpadu guna memperkuat Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait ketahanan keluarga dan pola pengasuhan.
Program tersebut nantinya akan diintegrasikan dalam momentum Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional tahun depan. “Target memberikan dampak yang lebih luas serta tepat sasaran bagi masyarakat,” tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki