KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Rombongan peserta Studi Lapangan Kinerja Organisasi Program Pengembangan Kompetensi Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 dari PUSJAR SKPP LAN, mengunjungi Kampung Bungas di Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kamis (23/7/2026).
Kawasan ini bertransformasi menjadi percontohan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Kedatangan para pejabat administrator dari berbagai instansi ini disambut langsung oleh Camat Balikpapan Tengah, Ariefdah Aida Kuntjoro.
Ariefdah menegaskan bahwa kesuksesan Kampung Bungas bukanlah hasil kerja singkat, melainkan buah dari komitmen bersama yang telah terpelihara sejak 2019 hingga kini.
"Ini adalah gerakan dari warga, oleh warga, dan untuk warga. Itulah kunci ketahanan kawasan ini hingga tahun 2026. Disini tidak hanya membangun fisik, tetapi membangun kesadaran," ujar Ariefdah di hadapan para peserta diklat.
Ia juga memaparkan deretan prestasi Kampung Bungas yang mengharumkan nama Balikpapan, di antaranya meraih Juara 1 Clean Green and Healthy (CGH) tingkat Kota Balikpapan dan Juara 1 lomba Aku Hatinya PKK tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak di Balikpapan Meningkat, DP3AKB Perkuat Peran Gugus Tugas KLA
Saat ini, kawasan tersebut tengah bersiap melangkah lebih jauh menuju ajang Proklim Utama untuk capaian dalam program kampung iklim.
"Kami mohon doa dan dukungan. Namun perlu digarisbawahi, ini bukan semata-mata untuk mengejar piala lomba. Ini adalah wujud kesadaran kolektif warga, para kader PKK, hingga pengurus RT untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan berkualitas bagi kehidupan mereka," tambah Ariefdah.
Salah satu peserta diklat yang antusias, Gamal Abdul Aziz, yang menjabat sebagai Kabid SD Disdik Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengungkapkan kesan mendalamnya. Menurutnya, studi lapangan ini memberikan lebih dari sekadar materi kelas.
"Informasi yang kami peroleh sangat luar biasa. Kampung Bungas adalah bukti best practice pengelolaan lingkungan yang bisa tumbuh dari partisipasi aktif masyarakat. Kami mendapatkan pengalaman dan perspektif baru yang sangat berharga," tutur Gamal.
Baca Juga: Peringatan Hari Anak Nasional di Sangatta, Orangtua dan Guru Diingatkan Hindari Kekerasan Verbal
Ia berharap praktik baik yang ditemukan di Kampung Bungas dapat direplikasi di daerah asalnya, Kukar. "Kami akan mencoba mengadopsi dan mengadaptasi ilmu serta insight ini untuk diterapkan di tempat kerja kami nanti. Saya berharap kegiatan studi lapangan seperti ini terus berlanjut dan berkesinambungan," harapnya.
Gamal juga menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif warga Kampung Bungas. "Semoga kegiatan yang diinisiasi warga ini terus berkembang dan memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat sekitar. Keberhasilan ini adalah inspirasi bagi kita semua," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki