Era Digital, Minat Warga Balikpapan ke Perpustakaan Tetap Tinggi

Putra Malinau • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 19:55 WIB
TETAP DIMINATI: Perpustakaan masih menjadi pilihan masyarakat sebagai ruang belajar dan pusat informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

 
TETAP DIMINATI: Perpustakaan masih menjadi pilihan masyarakat sebagai ruang belajar dan pusat informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.  

BALIKPAPAN- Minat masyarakat Kota Minyak untuk mengunjungi perpustakaan masih menunjukkan tren positif. Pada kuartal pertama 2026, jumlah kunjungan ke Perpustakaan Kota Balikpapan meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menunjukkan perpustakaan masih menjadi pilihan masyarakat sebagai ruang belajar dan pusat informasi, meski di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, Kartini, mengatakan pada Januari hingga Maret 2026 tercatat sebanyak 27.789 kunjungan. Jumlah itu meningkat dibandingkan kuartal pertama 2025 yang mencapai 24.578 kunjungan.

Selain kunjungan langsung, aktivitas membaca melalui layanan digital seperti website dan i-library juga mengalami peningkatan dari 4.424 menjadi 4.652 aktivitas. Meski demikian, pola kunjungan masih menunjukkan penurunan pada bulan Maret sebagaimana yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, pada semester pertama 2026 jumlah pengunjung layanan utama mencapai 60.962 orang, ditambah 2.719 pengunjung layanan perpustakaan keliling. Puncak kunjungan terjadi pada April dengan 15.299 pengunjung, sedangkan kelompok pelajar TK dan SD masih menjadi penyumbang kunjungan terbanyak.

Menurut Kartini, tingginya angka kunjungan tersebut membuktikan perpustakaan tetap memiliki peran penting meski masyarakat kini semakin akrab dengan berbagai platform digital.

"Di era digital, masyarakat tidak lagi datang ke perpustakaan hanya untuk meminjam buku. Perpustakaan telah bertransformasi menjadi ruang belajar, pusat informasi, dan tempat berkolaborasi yang nyaman. Masyarakat datang untuk membaca, belajar, mengikuti berbagai kegiatan literasi, mengakses internet dan koleksi digital, serta memperoleh informasi yang tepercaya," ujarnya.

Untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, DPK Kota Balikpapan juga terus menghadirkan berbagai inovasi digital, di antaranya Perpustakaan Digital iBalikpapan, OPAC, Pojok Baca Digital (POCADI), Tugu Titik Baca, hingga Spot Baca di sejumlah fasilitas umum. Melalui inovasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengakses buku dan informasi dengan lebih mudah kapan saja dan di mana saja.

Selain menyediakan koleksi buku, perpustakaan juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, mengikuti pelatihan, seminar, kelas literasi, hingga berkegiatan bersama komunitas.

Ke depan, DPK Kota Balikpapan menargetkan peningkatan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) melalui penguatan layanan perpustakaan, perluasan akses membaca, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, serta pengembangan layanan digital.

Kartini juga menyampaikan targetnya hingga akhir tahun 2026 ini yaitu  meningkatkan capaian Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Balikpapan melalui penguatan layanan perpustakaan, perluasan akses membaca, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, serta pengembangan layanan digital.

Pihaknya ingin menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar sepanjang hayat yang mudah diakses, modern, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. (*)

Editor : Ismet Rifani
minat ke perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) kartini