KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan terus berupaya mencari solusi untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Rakyat Karang Joang. Pasalnya, sejak selesai dibangun oleh Pemprov Kaltim sekitar satu dekade lalu, pasar ini belum pernah berfungsi secara optimal.
Baca Juga: IKM RSUD Kudungga Tembus 95,34, Waktu Tunggu Pelayanan Masih Jadi Catatan
Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, Haemusri Umar, mengungkapkan bahwa sejauh ini Pasar Karang Joang hanya aktif pada momen-momen tertentu saja dan tidak berjalan layaknya pasar tradisional harian pada umumnya.
"Saat ada kegiatan di wilayah Balikpapan Utara, kami coba memberdayakan Pasar Karang Joang. Selama ada event, orang berjualan lagi," ujar Haemusri.
Haemusri membeberkan, faktor utama yang menyebabkan pasar ini sepi adalah lokasinya yang cukup jauh dari permukiman warga. Pasar Karang Joang terletak sekitar 800 meter dari akses jalan utama Jalan Soekarno-Hatta KM 12.
Selain jarak, populasi penduduk yang relatif sedikit di sekitar area tersebut membuat pasar ini lebih sering difungsikan sebagai pasar khusus kegiatan berkala.
Meski menghadapi berbagai kendala, Disdag Balikpapan tetap optimistis pasar rakyat ini dapat kembali bergeliat. Harapan tersebut muncul seiring dengan hadirnya bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang berlokasi tepat di samping pasar.
"Kami yakin koperasi ini bisa menjadi salah satu pemicu, sekaligus bisa menghidupkan kembali bersamaan aktivitas ekonomi di sana," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki