Disputakar Balikpapan Hadirkan Tugu Titik Baca, Akses Ribuan E-Book Gratis Cukup Scan QR Code

Dina Angelina • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 14:14 WIB
TITIK BACA: Fasilitas Spot Baca yang bisa dijangkau radius 1 kilometer dari perpustakaan daerah memudahkan masyarakat mengakses ribuan buku digital (e-book) gratis. (DINA ANGELINA/KP)
TITIK BACA: Fasilitas Spot Baca yang bisa dijangkau radius 1 kilometer dari perpustakaan daerah memudahkan masyarakat mengakses ribuan buku digital (e-book) gratis. (DINA ANGELINA/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disputakar) Balikpapan terus berinovasi memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses literasi masyarakat. Tidak hanya melayani kunjungan langsung (onsite) di gedung perpustakaan daerah, kini menghadirkan fasilitas Pojok Baca Digital dan Spot Baca di berbagai ruang publik.

​Fasilitas inovatif ini hadir dalam bentuk Tugu Titik Baca yang dilengkapi dengan kode QR (barcode). Masyarakat cukup memindai (scan) kode QR tersebut melalui ponsel pintar untuk membaca ribuan koleksi buku digital (e-book) secara gratis.

​"Kami berusaha meningkatkan pemanfaatan koleksi perpustakaan dengan menyebarkan kode QR e-book agar bisa diakses masyarakat secara gratis," ujar Plt Kepala Disputakar Balikpapan, Neny Dwi Winahyu.

Baca Juga: Sepi Pembeli, Disdag Balikpapan Cari Solusi Hidupkan Pasar Rakyat Karang Joang

Secara teknis, Pojok Baca Digital memiliki jangkauan akses (radius) hingga 200 meter dari Tugu Titik Baca. Saat ini, fasilitas tersebut sudah dapat diakses di sejumlah ruang publik, di antaranya: ​Mall Pelayanan Publik (MPP), ​RSUD Beriman, ​RS Sayang Ibu, Taman Tiga Generasi, ​Taman Bekapai, dan ​Terminal Batu Ampar (bantuan Pemprov Kaltim).

​Selain Pojok Baca Digital, Disputakar juga menyediakan fasilitas Spot Baca dengan jangkauan akses hingga 1 kilometer dari gedung Perpustakaan Daerah Balikpapan.

Neny menjelaskan bahwa seluruh koleksi buku digital ini dapat diakses secara fleksibel melalui aplikasi iBalikpapan. Per Juni 2026, tercatat ada sebanyak 12.669 judul e-book dengan total 217.863 eksemplar yang siap dibaca.

Baca Juga: Perpres Tetapkan LGBTQ Ancaman Nonmiliter, Pemkot Balikpapan Siapkan Antisipasi

​"Sekarang literasi berbasis digital, mungkin lebih relate dengan generasi muda yang lebih banyak memegang gadget," tuturnya.

​Pihaknya juga masif mengampanyekan penggunaan aplikasi iBalikpapan ke sekolah-sekolah, khususnya para siswa SMP, serta berencana menambah Pojok Baca Digital di Ruang Terbuka Hijau (RTH) berpredikat Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA).

Meski akses digital kian dimudahkan, data Disputakar menunjukkan bahwa masyarakat Balikpapan masih cenderung menyukai kunjungan fisik.

Sepanjang tahun 2025, total kunjungan fisik mencapai 97.196 orang, sementara akses digital mencatatkan 19.534 pengguna. Artinya, sekitar 80 persen pemustaka masih memilih datang langsung ke perpustakaan daerah, dengan puncaknya mencapai rata-rata 712 kunjungan per hari pada Oktober 2025.

​Menurut Neny, hal ini terjadi karena jumlah titik Pojok Baca Digital yang ada saat ini masih terbatas. “Setiap individu memang memiliki preferensi gaya tersendiri dalam mengakses informasi dan membaca buku,” tutupnya. (*)

Editor : Duito Susanto
tugu titik baca e-book gratis pojok baca digital Disputakar Balikpapan rs sayang ibu