KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-54 menjadi momentum baru bagi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dalam memperkuat pemberdayaan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kota Balikpapan.
Kegiatan tersebut digelar di BSCC Dome, Selasa (28/7). Dalam agenda itu, ditegaskan kembali peran dan misi penguatan 10 Program Pokok PKK sebagai bagian dari upaya mendukung Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua TP PKK Kota Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud mengatakan, fokus utama saat ini adalah membangun fondasi dari lingkup terkecil, yakni keluarga. Penguatan karakter dan ekonomi keluarga dinilai menjadi langkah awal sebelum memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat.
Baca Juga: Purbaya Tak Membantah Isu Jadi Calon Gubernur BI Baru, "Saya Mah Isu Abadi, tapi Nggak Pernah Jadi"
“Kita mulai dari dasar, bagaimana memperkuat keluarga sendiri dulu. Jika karakter dan ekonomi keluarga sendiri sudah kuat, baru ke lingkungan sekitar. Dasar yang kuat ini juga menjadi fondasi utama meraih cita-cita Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Selain itu, kolaborasi juga menjadi faktor penting, khususnya dalam pembinaan pelaku UMKM yang tergabung dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperluas akses pasar, pelatihan usaha, hingga pendampingan bisnis bagi kader PKK.
Menurut Nurlena, TP PKK perlu memahami potensi dan kemampuan masing-masing kader agar pembinaan dapat dilakukan secara tepat.
“Tidak semua kader mampu atau memahami cara menciptakan produk UMKM yang bisa dipasarkan. Ini yang harus kita temukan solusinya,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan digitalisasi sebagai sarana pemasaran yang efektif. Selain menjangkau pasar lebih luas, digitalisasi dinilai mampu menekan biaya operasional, termasuk kebutuhan menyewa tempat usaha. Dengan demikian, kader dapat memasarkan produk UP2K langsung dari rumah.
“Tapi bagaimana caranya, tentu mereka harus belajar. Kita tidak bisa meningkatkan produk UP2K jika tidak memahami dasar-dasarnya. Mulai dari mengenali produknya, pengemasan yang baik, hingga label halal. Itu yang harus dipelajari para kader, termasuk cara memasarkannya,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, TP PKK juga menghadirkan motivator nasional Sri Sumahardani. Kehadirannya diharapkan dapat membangkitkan semangat sekaligus memperkuat karakter para kader.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Berdiri Dekat Pemakaman, Lurah Sempaja Barat Sebut Tak Ada Opsi Lahan Lain
Nurlena menegaskan, kader PKK tidak hanya dituntut cerdas dan religius, tetapi juga memiliki etika serta sopan santun dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagaimana kita berbicara, memperlakukan suami dan anak-anak. Ini penting, karena kalau di rumah saja tidak merasa bahagia, bagaimana di luar. Jadi dari keluarga kecil dulu, baru kita bisa sampai ke tetangga dan lingkungan sekitar,” tutupnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi