Pembangunan Jalan Usaha Tani Gunung Binjai Dievaluasi, Wawali Bagus Susetyo Temukan Sejumlah Catatan

Thomas Priyandoko • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 08:34 WIB
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo. (Foto: ANGGI PRADITHA/KP)

 
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo. (Foto: ANGGI PRADITHA/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo meninjau pelaksanaan program pembangunan jalan usaha tani di kawasan pertanian Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, di Kecamatan Balikpapan Timur, pada Selasa (28/7/2026).

Dalam pemantauan langsung tersebut yang diikuti sejumlah wartawan, Bagus Susetyo mendapati sejumlah kondisi di lapangan yang perlu mendapat perhatian sekaligu pembenahan, agar jalan usaha tani ini dapat lebih bermanfaat banyak bagi para petani di kawasan Gunung Binjai.

Berdasarkan data proyek di lapangan, jalan usaha tani ini dibangun sepanjang 300 meter dengan menggunakan konstruksi beton. Anggaran yang dikucurkan untuk proyek ini sekitar Rp2 miliar.

Baca Juga: JKN Permudah Ardania Jalani Pengobatan Rutin dan Ringankan Beban Biaya Kesehatan  

Kendati pengerjaan jalan usaha tani telah rampung, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus menemukan beberapa catatan yang perlu segera ditindaklanjuti.

Salah satunya adalah terdapat penyempitan badan jalan akibat masih adanya lahan milik warga yang belum dibebaskan. Menurutnya, persoalan tersebut perlu diselesaikan melalui pendekatan persuasif oleh pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan.

"Bagian jalan itu mengecil karena ada tanah masyarakat yang belum bersedia dibebaskan. Ini akan kami sampaikan kepada lurah dan camat agar memberikan edukasi dan sosialisasi," kata Bagus Susetyo. "Jalan ini bukan untuk kepentingan pemerintah kota, tetapi untuk kepentingan masyarakat lokal."

Selain masalah pembebasan lahan, menurut pria berlatar belajang Insinyur dari Universitas Gajah Mada (UGM) ini juga menyoroti belum adanya saluran drainase di sepanjang jalan usaha tani tersebut. Ia menilai drainase menjadi bagian penting agar air hujan tidak menggenangi badan jalan yang dapat mempercepat kerusakan konstruksi.

Baca Juga: Tanggapi Pengeroyokan Guru PJOK, Disdikbud Balikpapan Sebut Penanganan Harus Menyeluruh

Karena itu, ia meminta dinas terkait menjadikan temuan tersebut sebagai bahan evaluasi dalam pembangunan infrastruktur pertanian berikutnya. Menurutnya, pembangunan jalan usaha tani sebaiknya dilengkapi sistem drainase sehingga usia jalan dapat lebih panjang.

Dalam kesempatan itu, Bagus juga mengusulkan agar pembangunan jalan usaha tani ke depan mempertimbangkan penggunaan material aspal, baik lapis penetrasi (lapen) maupun hotmix, dibandingkan beton.

Ia menilai penggunaan aspal lebih efisien di tengah keterbatasan anggaran pemerintah. Dengan biaya yang sama, panjang jalan yang dibangun dinilai bisa lebih maksimal.

"Untuk jalan usaha tani saya pikir cukup menggunakan lapis penetrasi atau hotmix. Dengan anggaran yang sama, panjang jalan yang dibangun bisa lebih banyak. Beton lebih tepat diterapkan di kawasan perkotaan dengan beban lalu lintas yang lebih tinggi," katanya.(*)

 

Editor : Thomas Priyandoko
Infrastruktur Balikpapan jalan usaha tani gunung binjai Wawali balikpapan bagus susetyo