Iim Rahman, Lanjutkan Pengabdian ke Masyarakat dari Guru ke Kursi DPR

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 15:58 WIB
PERJUANGKAN RAKYAT: ‎Iim Rahman resmi dilantik sebagai anggota DPRD Balikpapan periode 2024-2029 dari fraksi partai PKS. Lim merupakan istri dari La Ode Nasir yang kini menjadi anggota DPRD Kaltim. IST/KP
PERJUANGKAN RAKYAT: ‎Iim Rahman resmi dilantik sebagai anggota DPRD Balikpapan periode 2024-2029 dari fraksi partai PKS. Lim merupakan istri dari La Ode Nasir yang kini menjadi anggota DPRD Kaltim. IST/KP
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kursi di ruang sidang DPRD Balikpapan kini menjadi tempat baru bagi Iim Rahman memperjuangkan kepentingan masyarakat. Melanjutkan perjuangannya selama puluhan tahun mengabdikan diri sebagai guru pendidikan anak usia dini (PAUD).

Bagi Lim, politik bukanlah perubahan arah hidup. Jabatan sebagai anggota DPRD Balikpapan periode 2024–2029 justru menjadi ruang lain untuk meneruskan panggilan yang sama: mendidik, melayani dan menyiapkan masa depan.

"Karena memang dasarnya kader PKK (pemberdayaan kesejahteraan keluarga, Red), saya senang kegiatan-kegiatan sosial," ujar Iim saat ditemui di salah satu kafe di kawasan Balikpapan Selatan.

Baca Juga: Dari Wedang Jahe hingga Teh Semangka, Menu Minuman Bertema Kemerdekaan Hadir di Yello Hotel

Perjalanan pengabdian Iim berawal dari dunia pendidikan. Sejak 1993, ia telah mengenal kehidupan di ruang kelas. Namun setelah menikah dan memiliki anak, Iim memilih berhenti sementara mengajar untuk fokus mendampingi masa tumbuh kembang lima buah hatinya.

Baginya, masa anak-anak tidak dapat diulang. "Mengasuh anak itu waktunya terbatas. Masa golden age juga terbatas. Saya percaya rezeki sudah diatur dan alhamdulillah cukup," tuturnya.

Setelah anak-anaknya mulai mandiri, Lim kembali aktif di dunia pendidikan dan kegiatan sosial. Dari lingkungan tempat tinggalnya di Karang Rejo, ia melihat pelayanan masyarakat perlu bergerak lebih jauh.

Berawal dari Posyandu, ia menggagas pendirian PAUD. Kegiatan belajar yang awalnya berlangsung sederhana di fasilitas warga kemudian berkembang hingga garasi rumahnya berubah menjadi ruang kelas.

Baca Juga: Gaji Pensiunan PNS Cair Lagi di Bulan Agustus, Cek Nominal yang Masuk Rekening!

Kepeduliannya terhadap masyarakat semakin terlihat saat pandemi Covid-19. Ketika banyak warga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok dan petani kehilangan pasar, Lim bersama warga menciptakan inovasi bernama Halte Sedekah.

Konsepnya sederhana: siapa pun dapat memberikan bantuan dan warga yang membutuhkan dapat mengambilnya tanpa proses rumit. "Gampang orang mau menaruh, gampang juga yang membutuhkan mengambil," katanya.

Gerakan yang awalnya hanya berada di tiga RT itu berkembang pesat. Lebih dari seratus titik Halte Sedekah kini tersebar dengan dukungan ratusan relawan. Bagi Iim, keberhasilan gerakan tersebut bukan sekadar jumlah lokasi, tetapi lahirnya budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Kini, di tengah kesibukannya sebagai legislator, Lim tetap membawa karakter seorang guru. Pendidikan, keluarga, lingkungan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi isu yang terus ia perjuangkan.

Bagi masyarakat, Iim mungkin telah berpindah dari ruang kelas menuju ruang sidang. Namun nilai yang dibawanya tetap sama: mendampingi, membimbing, dan membantu orang lain bertumbuh. Sebab bagi Iim Rahman, menjadi wakil rakyat bukan berarti meninggalkan profesi lamanya. Ia hanya berpindah ruang untuk tetap mengajar. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
anggota DPRD Balikpapan 2024-2029 Halte Sedekah Balikpapan tokoh perempuan Balikpapan kisah inspiratif perempuan Balikpapan Iim Rahman