Cegah Stunting hingga Kekerasan Anak, SD 002 Balikpapan Tengah Cetus Inovasi Paper Emas

Dina Angelina • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 17:48 WIB
INOVASI EDUKASI KEPENDUDUKAN: Media permainan edukatif Paper Emas (Papan Edukasi Masyarakat) dirancang tim guru untuk mempermudah pemahaman isu kependudukan, pencegahan stunting, serta kekerasan anak melalui metode bermain yang interaktif.
INOVASI EDUKASI KEPENDUDUKAN: Media permainan edukatif Paper Emas (Papan Edukasi Masyarakat) dirancang tim guru untuk mempermudah pemahaman isu kependudukan, pencegahan stunting, serta kekerasan anak melalui metode bermain yang interaktif.

BALIKPAPAN — Berangkat dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter siswa, Kepala SD 002 Balikpapan Tengah, Tri Lestari, mendorong pembentukan tim inovasi guru.

​Melalui tim ini, sekolah berhasil mengembangkan dua inovasi utama: Mistar Numerasi (Peningkatan Numerasi Bersama Misi) untuk memperkuat kemampuan berhitung, serta Paper Emas (Papan Edukasi Masyarakat) yang berfokus pada penumbuhan karakter positif peserta didik.

​Inovasi berupa media edukasi interaktif ini dikembangkan untuk menjawab isu kependudukan di Kota Balikpapan, sekaligus merupakan hasil modifikasi dari media Kartu Sekolah Sadar Kependudukan (SSK).

Kepala SD 002 Balikpapan Tengah, Tri Lestari (yang akrab disapa Tari), menjelaskan bahwa keberadaan Paper Emas bertujuan agar edukasi kependudukan yang sebelumnya terbatas di lingkungan sekolah kini dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

​"Kami berupaya mempermudah pemahaman mengenai isu kependudukan. Awalnya diperuntukkan bagi siswa di sekolah, tetapi dengan Paper Emas, edukasi bisa lebih mudah menjangkau masyarakat umum," ujar Tari.

​Metode yang digunakan dalam Paper Emas adalah media game edukasi yang menyenangkan. Media ini dirancang tidak hanya untuk siswa dan masyarakat, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.

Pengembangan Paper Emas dilatarbelakangi oleh tingginya perhatian terhadap isu sosial di Balikpapan, seperti kekerasan seksual pada anak dan ancaman stunting. Selama ini, penyampaian edukasi kependudukan dinilai masih sebatas sosialisasi formal, penyuluhan, serta penggunaan media pasif seperti banner, leaflet, maupun video.

​Paper Emas hadir untuk melengkapi sarana edukasi tersebut agar lebih efektif dan interaktif. Seperti edukasi berbasis permainan dapat meningkatkan motivasi, pemahaman, dan keterlibatan aktif anak maupun orang tua.

Kemudian mencegah masalah sosial yang bertujuan khusus mencegah isu kependudukan berskala besar seperti kekerasan anak dan stunting.

Serta ​mendukung program pemerintah karena dapat menjadi sarana pendamping sosialisasi bagi instansi teknis.

Secara teknis, Paper Emas dibuat menggunakan media kertas yang dicetak menyerupai kartu dan lembaran mind mapping. Bagan ini dilengkapi kata pemantik yang harus dijawab oleh pemain menggunakan kartu bergambar khusus.

​Media ini menawarkan manfaat lintas sektor:

​Sekolah / Satuan Pendidikan: Memudahkan pengintegrasian materi kependudukan ke dalam proses belajar mengajar secara interaktif.

​Masyarakat: Menjadi sarana penambah wawasan kependudukan di ruang formal, nonformal, maupun informal.

​OPD & Instansi Teknis: Dapat digunakan oleh Puskesmas, Kelurahan, Kecamatan, BPBD, DP3AKB, hingga Perguruan Tinggi sebagai alat bantu sosialisasi.

​Tari menegaskan komitmen sekolah untuk terus melahirkan inovasi sederhana yang solutif bagi tantangan kota.

​"Semoga inovasi Paper Emas ini mampu digunakan dan bermanfaat bagi semua pihak serta mendukung terwujudnya program Pemerintah Kota Balikpapan," pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
Tri Lestari Paper Emas (Papan Edukasi Masyarakat) Kepala SD 002 Balikpapan Tengah cegah stunting