KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) bergerak cepat menyiapkan pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) bagi para pedagang Pasar Sepinggan. Langkah darurat ini diambil pasca-musibah kebakaran yang melanda area pasar legendaris tersebut pada Jumat (31/7/2026).
Dari total 853 lapak yang ada di Pasar Sepinggan, sebanyak 250 lapak terbakar. Saat ini, tercatat ada sekitar 80 pedagang eksisting yang masih bertahan dan berjualan di dalam area pasar.
Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, Haemusri Umar, menegaskan komitmennya untuk segera menjalankan instruksi Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.
"Saya minta pedagang dan masyarakat bekerja sama dalam rangka percepatan pembangunan TPS ini," ujar Haemusri.
Haemusri menjelaskan, dalam kurun waktu satu bulan ke depan, pihaknya fokus melakukan konsolidasi terkait pembersihan dan penataan lahan sebelum konstruksi TPS dimulai.
"Kami prioritaskan membangun TPS untuk pedagang eksisting yang ada saat ini, yaitu sekitar 80 lapak. Hal ini sudah sesuai dengan kesepakatan antara Dinas Perdagangan dan pengurus pedagang," tambahnya.
Terkait skema pembiayaan TPS, pihak Disdag telah berkoordinasi dengan wali kota. Opsi pendanaan yang diajukan mencakup penggunaan Biaya Tidak Terduga (BTT), pergeseran anggaran kas, hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
Baca Juga: Dinkes Balikpapan Tegaskan Sertifikasi PIRT Wajib Didahului Penyuluhan Keamanan Pangan
"Mengenai besaran kebutuhan anggaran, nanti keputusan berada di tangan Pak Wali Kota," tegas Haemusri.
Mengenai rencana revitalisasi total Pasar Sepinggan, Pemkot Balikpapan masih mengkaji kesiapan anggaran daerah. Haemusri menyebut fokus utama Pemkot saat ini adalah memulihkan aktivitas ekonomi pedagang terlebih dahulu melalui TPS.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menyampaikan bahwa pemkot pada dasarnya memiliki niat untuk melakukan revitalisasi Pasar Sepinggan. Namun, pembiayaannya perlu dikawal melalui dukungan kementerian terkait.
"Semoga secepatnya kita bisa membangun kembali salah satu pasar legendaris di Balikpapan ini," kata Rahmad.
Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Rahmad memastikan Pemkot Balikpapan akan melengkapi seluruh pasar tradisional dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
"Untuk penanganan darurat, kita bangun TPS dulu dan bersihkan lahannya. Kami juga berkonsolidasi dengan pedagang di area depan agar memberi akses mobilisasi untuk pembersihan lahan yang terbakar," pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto