KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Subdit Kamsel Ditlantas Polda Kaltim mengintensifkan upaya edukasi keselamatan berlalu lintas sejak dini kepada generasi muda.
Edukasi dilakukan di SD Negeri 006 Balikpapan Kota dan SD Patra Dharma 1 Balikpapan sebagai bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Kaltim Kompol Ropi.
Ratusan murid mengikuti kegiatan dengan penuh antusias melalui berbagai materi edukasi yang disampaikan secara komunikatif, interaktif, dan menyenangkan.
Mereka diberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, mulai dari mengenal fungsi rambu-rambu lalu lintas, tata cara menyeberang jalan yang benar, pentingnya menggunakan helm saat dibonceng sepeda motor, hingga menanamkan kebiasaan mematuhi aturan lalu lintas sejak usia sekolah dasar.
Materi yang disampaikan dikemas secara menarik melalui komunikasi dua arah dan berbagai aktivitas interaktif sehingga mudah dipahami.
Suasana yang penuh keakraban antara personel kepolisian dan para pelajar diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya kepada Polri sekaligus membentuk karakter disiplin, bertanggung jawab, dan patuh terhadap aturan.
“Selain memberikan edukasi, personel Ditlantas Polda Kaltim juga mengajak para siswa untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” jelas Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Tedy Sopandi.
Melalui pendekatan yang humanis, program Polisi Sahabat Anak diharapkan mampu menciptakan agen-agen keselamatan yang dapat mengingatkan orang tua dan lingkungan sekitar akan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas.
Baca Juga: Sekolah Pinggiran Jadi Prioritas, Pemkot Petakan Fasilitas dan Kebutuhan Guru
“Program Polisi Sahabat Anak merupakan salah satu strategi preventif kepolisian dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak dini melalui pendidikan dan pendekatan yang ramah anak,” tambah Ropi.
Pihaknya ingin memberikan pemahaman kepada para pelajar bahwa disiplin berlalu lintas merupakan bagian dari karakter yang harus dibangun sejak sekarang. “Harapannya, mereka dapat menjadi pelopor keselamatan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” tuturnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo