TKD Berkurang Drastis, Gubernur Kaltim dan Kepala Daerah Sepakat Minta Kepastian Pusat

Dina Angelina • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:39 WIB
ii
Agus Budi Prasetyo

BALIKPAPAN - Kepala daerah se-Kaltim telah bertemu dengan Gubernur Rudy Mas'ud, Senin (3/8/2026). Pertemuan ini membahas kondisi fiskal kabupaten/kota yang terbatas karena dana transfer pusat ke daerah (TKD) berkurang drastis. Termasuk potensi dana bagi hasil (DBH) yang kurang salur. 

"Meski sudah ada PMK, sampai saat ini belum ada kepastian akan disalurkan. Semua kepala daerah sepakat untuk komunikasi dengan pusat, baik kementerian atau presiden dipimpin gubernur," kata Pj Sekretaris Daerah Balikpapan Agus Budi Prasetyo. 

Tujuannya agar ketika PMK sudah resmi keluar menjadi indikasi alokasi anggaran yang akan diberikan ke daerah. Selanjutnya pemerintah daerah akan menindaklanjuti dengan menyusun program kegiatan. 

"Kami berharap program yang sudah disusun ini uangnya jangan ditahan," sebutnya. Agus Budi menjelaskan, TKD Balikpapan saat ini tersisa Rp1,3 triliun. Turun sangat siginifikan  hingga 40 persen dengan total pemangkasan Rp1,05 triliun. 

Pemkot Balikpapan memastikan efisiensi sudah berjalan. Seperti pembatasan kegiatan, perjalanan dinas, makan minum, aksesoris, hingga pelaksanaan upacara peringatan khusus. Semua kegiatan pendukung mengalami efisiensi. 

Sesuai komitmen wali kota, meski terjadi pemangkasan TKD tidak berdampak pada kegiatan pelayanan publik. Semua program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap menjadi prioritas.

Pelayanan yang tidak terdampak efisiensi seperti bantuan iuran BPJS Kesehatan gratis, pembangunan sekolah, subsidi SPP, hingga program beasiswa tidak dipangkas.

"Kalau anggaran APBD perubahan masih dihitung, belum bisa kami sampaikan karena masih ada upaya komunikasi dengan pusat dari kepala daerah se-Kaltim," kata kepala BKAD Balikpapan tersebut. 

Nanti hasil pembahasan akan menjadi bagian skenario menyusun anggaran perubahan. "Sementara APBD 2027 sudah disusun dan dibahas dengan DPRD, tapi kita tetap gunakan prinsip kehati-hatian," ujarnya. 

Sejauh ini, pihaknya mengambil asumsi APBD 2027 sesuai dengan kondisi APBD 2026. "Kami khawatir akan ada pengurangan TKD lagi. Bahkan kami berharap justru ada tambahan," pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
TKD Berkurang Drastis Agus Budi Prasetyo BKAD Balikpapan gubernur kaltim