134 Rumah di Balikpapan Rampung Dibedah Lewat Program BSPS Kementerian PKP

Dina Angelina • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:14 WIB
SELESAI DIBEDAH: Arbainah (69) bersama putrinya Santi saat menunjukkan kondisi rumahnya di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, yang telah selesai dibedah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian PKP, Rabu (5/8/2026).
SELESAI DIBEDAH: Arbainah (69) bersama putrinya Santi saat menunjukkan kondisi rumahnya di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, yang telah selesai dibedah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian PKP, Rabu (5/8/2026).

BALIKPAPAN – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mulai menunjukkan hasil di Kota Balikpapan. Hingga 5 Agustus 2026, sebanyak 134 unit rumah telah selesai direhabilitasi dengan progres fisik mencapai 100 persen.

Penyelesaian tersebut dilakukan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Kalimantan II melalui Satuan Kerja (Satker) PKP Provinsi Kalimantan Timur.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Arbainah (69), warga Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur.

Putri bungsunya, Santi, menceritakan kondisi rumah sang ibu sebelumnya sangat memprihatinkan. Lantai, dinding, hingga atap rumah sudah lapuk dan keropos sehingga dinilai tidak lagi layak dihuni.

Kondisi tersebut bahkan sempat mendapat perhatian langsung Menteri PKP, Maruarar Sirait, saat mengunjungi rumah Arbainah pada awal Mei 2026.

Baca Juga: Pemkot Balikpapan Naikkan Kuota Bedah Rumah Jadi 250 Unit pada 2027, Ini Syarat dan Alokasinya

Saat itu, Menteri PKP meninjau langsung kondisi bangunan yang hampir seluruh dindingnya lapuk, struktur rumah rapuh, serta atap yang bocor dan membutuhkan perbaikan menyeluruh.

Kini, rumah tersebut telah selesai direnovasi melalui program BSPS.

"Alhamdulillah dengan adanya bantuan Bedah Rumah ini, rumah ibu saya sudah bagus dan layak. Kami yang tinggal di rumah ini tidak perlu was-was lagi," ungkap Santi.

Ia mengaku sebelumnya keluarga selalu merasa khawatir, terutama saat hujan maupun angin kencang karena kondisi bangunan yang sudah rapuh.

Sementara itu, Kepala Balai P3KP Kalimantan II, Mustofa Otfan, mengatakan pelaksanaan program BSPS masih terus berjalan. Selain rumah yang telah selesai dibangun, sejumlah unit lainnya masih berada dalam tahap verifikasi maupun proses pekerjaan fisik.

Menurut Mustofa, Balai P3KP Kalimantan II membawahi pelaksanaan program di tiga provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

"Hingga 5 Agustus 2026, kami telah menyelesaikan 364 unit bedah rumah," katanya.

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring berlanjutnya pelaksanaan program di berbagai daerah.

Mustofa menjelaskan, program BSPS tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat melalui konsep keswadayaan dan gotong royong.

"Kami juga menggalang keswadayaan masyarakat melalui tender rakyat dan kegotongroyongan masyarakat, baik dalam proses pengerjaan fisik maupun pengawasan pekerjaan," ujarnya.

Ia berharap seluruh pelaksanaan program bedah rumah tahun ini berjalan lancar dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Dalam program BSPS, setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta, yang terdiri atas Rp17,5 juta untuk pembelian bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk biaya jasa tukang. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah yang lebih layak huni melalui pendekatan swadaya masyarakat.

Editor : Muhammad Ridhuan
BSPS Balikpapan bedah rumah Balikpapan Balai P3KP Kalimantan II Kementerian PKP maruarar sirait