DKUKMP Balikpapan Gandeng BSI Sosialisasikan KUR untuk Perkuat Daya Saing UMKM

Supriyono Lupus • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:19 WIB
PEMBEKALAN: Sebanyak 30 pelaku usaha di Kota Balikpapan berkesempatan mendapatkan pembekalan terkait pengajuan KUR.
PEMBEKALAN: Sebanyak 30 pelaku usaha di Kota Balikpapan berkesempatan mendapatkan pembekalan terkait pengajuan KUR.

BALIKPAPAN – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUKMP) Kota Balikpapan menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) menggelar sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Pacific Balikpapan, Rabu (5/8), itu bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai akses pembiayaan perbankan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap semakin banyak UMKM mampu memanfaatkan fasilitas KUR untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan daya saing.

Baca Juga: Dorong Lahirnya Wirausaha Baru Produktif, DKUKMP Balikpapan Latih 32 Pelaku UMKM Manik-Manik

Kepala Bidang Industri Kecil Menengah (IKM) DKUKMP Balikpapan, Fenti Khastutie, mengatakan KUR tidak hanya menjadi sumber pembiayaan, tetapi juga instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami berharap pelaku UMKM semakin memahami proses pengajuan KUR sehingga tingkat keberhasilan memperoleh pembiayaan dapat meningkat," ujarnya.

Dalam sosialisasi itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai kebijakan terbaru penyaluran KUR, persyaratan administrasi, penyusunan proposal usaha yang layak, hingga pengelolaan keuangan usaha.

PEMAHAMAN: Narasumber dari BSI (batik hitam) turut memberikan pemahaman KUR kepada pelaku usaha.
PEMAHAMAN: Narasumber dari BSI (batik hitam) turut memberikan pemahaman KUR kepada pelaku usaha.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai pentingnya menjaga rekam jejak usaha agar memenuhi penilaian lembaga penyalur pembiayaan. Sesi diskusi juga dibuka untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM menyampaikan kendala yang selama ini dihadapi dalam mengakses pembiayaan perbankan.

DKUKMP Balikpapan menilai peningkatan literasi keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas usaha.

Karena itu, program sosialisasi KUR diintegrasikan dengan berbagai kegiatan pendampingan, mulai dari pelatihan kewirausahaan, digitalisasi pemasaran, pengurusan legalitas usaha, sertifikasi produk, hingga penguatan kapasitas manajemen UMKM.

"Diharapkan UMKM tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga mampu memanfaatkan modal secara produktif untuk meningkatkan omzet, memperluas jaringan pemasaran, memperbaiki kualitas produk, serta meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif," jelasnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dan para pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pembiayaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

DKUKMP berharap meningkatnya pemahaman pelaku UMKM terhadap mekanisme pengajuan KUR dapat mendorong penyaluran pembiayaan yang lebih optimal di Balikpapan. Dengan demikian, semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas, memperkuat struktur ekonomi daerah, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Editor : Muhammad Ridhuan
KUR Balikpapan DKUKMP Balikpapan BSI Balikpapan pembiayaan umkm UMKM Balikpapan