KIARA Jadi Motor Gerakan Literasi Anak, Nurlena Minta Program Tak Berhenti di Ruang Diskusi

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:27 WIB
KOLABORASI: Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas
KOLABORASI: Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan literasi sejak dini. ANGGI/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Upaya meningkatkan budaya literasi di Kota Balikpapan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah. Komunitas, organisasi perangkat daerah (OPD), media, akademisi hingga mahasiswa kini diajak bergerak bersama melalui KIARA (Kelas Inspirasi Antar Penggerak) bertema "Penggerak Bersinergi, Hak Anak Terlindungi" yang diinisiasi Tanoto Foundation.

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sekaligus Bunda Literasi Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting agar berbagai program literasi tidak berhenti sebagai diskusi semata, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata di tengah masyarakat.

"Sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi saya sangat gembira dengan adanya Tanoto Foundation yang bekerja sama dengan dinas-dinas terkait. Mudah-mudahan dari kegiatan ini lahir program-program yang benar-benar berdampak bagi anak-anak kita," ucapnya.

Baca Juga: Turis Asing Lebih Lama Menginap di Balikpapan, Potensi Belanja Ikut Meningkat

Menurut Nurlena, literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus bergandengan tangan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya membaca sejak usia dini.

Ia mengatakan forum KIARA menjadi ruang bertemunya berbagai pihak untuk merancang program yang dapat diterapkan secara berkelanjutan hingga tingkat kelurahan.

"Jangan sampai diskusi berhenti di sini. Harus ada tindak lanjut, diimplementasikan, kemudian dilaksanakan di setiap kelurahan di Balikpapan," katanya.

Nurlena menambahkan, pemerintah daerah saat ini telah menjalankan berbagai program literasi yang menyasar tiga lingkungan utama, yakni satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Ketiganya dinilai menjadi ekosistem yang saling berkaitan dalam membangun kebiasaan membaca anak.

Baca Juga: Tamu Hotel di Balikpapan Kini Menginap Lebih Lama, Peluang Belanja Wisatawan Ikut Meningkat

Ia berharap sinergi yang dibangun melalui KIARA mampu mempercepat peningkatan indeks literasi Balikpapan yang selama ini terus menjadi perhatian pemerintah daerah.

"Kita bersama komunitas, OPD, media, mahasiswa, akademisi, bergotong royong agar literasi di Balikpapan naik secara signifikan," ucapnya.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap lahir berbagai inovasi yang tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca anak, tetapi juga memperkuat keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan ramah anak.

"Program KIARA ini diharapkan menjadi titik awal terbentuknya gerakan bersama yang berkelanjutan, sehingga perlindungan hak anak dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas literasi di Balikpapan," tegasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Nurlena Rahmad Mas'ud literasi anak Balikpapan KIARA Tanoto Foundation budaya membaca anak tanoto foundation