KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyerahkan 8.000 blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan.
Penyerahan ribuan blanko KTP-el tersebut berlangsung dalam acara Rebranding Dukcapil yang digelar di Aula Balai Kota Balikpapan, Kamis (6/8/2026).
Direktur Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Erliani Budi Lestari, menyampaikan bahwa pasokan blanko ini dibawa langsung dari Jakarta untuk memperkuat dan meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Balikpapan.
Baca Juga: Komisi II DPR RI dan Kemendagri Gelar Rebranding Dukcapil di Balikpapan untuk Akurasi Bansos
"Kami menyediakan blanko untuk didistribusikan kepada seluruh kabupaten/kota yang membutuhkan. Sampai akhir tahun nanti, kami pastikan ketersediaan blanko cukup," ujar Erliani.
Dalam kesempatannya, Erliani membeberkan bahwa setiap semester Disdukcapil tingkat kabupaten dan kota diwajibkan melaporkan pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) kepada Ditjen Dukcapil. Selain itu, pemerintah pusat juga rutin menggelar penilaian kinerja operasional.
Hasilnya, kinerja Disdukcapil Balikpapan dinilai sangat baik, khususnya dalam hal pengelolaan BMN serta pemenuhan target yang telah ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri.
"Tinggal nanti bagaimana mempertahankan sekaligus meningkatkan. Ini tentu butuh dukungan dari kepala daerah," tambahnya.
Saat ini, Balikpapan menjadi salah satu dari 43 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk menjadi lokasi uji coba (piloting) program Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Kehadiran program Perlinsos berdampak signifikan terhadap percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Balikpapan. Sebelum ada program tersebut, persentase aktivasi IKD tercatat masih berada di bawah 10 persen. Namun, hanya dalam kurun waktu satu bulan berjalan, angka aktivasi melonjak hingga sekitar 18 persen.
Pemerintah pusat pun optimistis tren positif ini akan terus berlanjut di daerah. "Diharapkan sampai akhir tahun aktivasi IKD dapat meningkat hingga 30 persen sesuai dengan target nasional dalam renstra," tutup Erliani. (*)
Editor : Duito Susanto