IMERC 2026 di Balikpapan Jadi Ajang Tim Rescue Indonesia dan Australia Saling Bertukar Ilmu Penyelam

Muhammad Taufik • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 18:34 WIB
Opening Ceremony IMERC 2026 di Garuda Rescue Nusantara, Balikpapan, Kamis (6/8). (FOTO M TAUFIK/KP)
Opening Ceremony IMERC 2026 di Garuda Rescue Nusantara, Balikpapan, Kamis (6/8). (FOTO M TAUFIK/KP)

KALTIMPOST.ID-Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 tidak hanya menjadi arena kompetisi keterampilan penyelamatan di sektor pertambangan, tetapi juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara tim rescue Indonesia dengan peserta dari luar negeri.

Melalui kolaborasi tersebut, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis sekaligus memperkuat standar penanganan keadaan darurat.

Itu disampaikan Ketua Yayasan Garuda Rescue Nusantara Adri Thanada setelah pembukaan IMERC 2026 di Garuda Rescue Nusantara, Balikpapan, Kamis (6/8).

Kegiatan yang diselenggarakan PT Putra Perkasa Abadi tersebut diikuti peserta dari dalam dan luar negeri, termasuk Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.

Baca Juga: KKN Tematik Berdampak Ditutup dengan Penanaman Pohon di IKN, Mahasiswa KUC-BSN Dukung Forest City

Adri mengatakan, keterlibatan peserta internasional menjadi salah satu pembeda penyelenggaraan IMERC tahun ini. Sebanyak 24 peserta dari tiga negara tersebut hadir sebagai peserta, juri, maupun panitia. Sehingga membuka ruang pertukaran ilmu di bidang penyelamatan.

Menurutnya, tim dari Australia datang untuk mempelajari sejumlah kemampuan yang menjadi keunggulan Indonesia, seperti underwater rescue, high angle rescue, confined space rescue, dan fire rescue.

Sebaliknya, tim Indonesia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari penanganan medis korban serta road crash accident yang selama ini menjadi salah satu kekuatan tim penyelamat Australia.

“Event ini sebenarnya saling belajar. Indonesia belajar apa yang baru dari Australia, Australia juga belajar dari Indonesia,” ujar Adri.

Ia menilai masing-masing negara memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Indonesia dikenal memiliki kemampuan teknis dan kecepatan dalam melakukan penyelamatan, sedangkan Australia unggul dalam aspek penanganan medis terhadap korban setelah proses evakuasi.

“Kalau menolong orang harus cepat, tetapi juga harus benar. Australia itu benar tapi mungkin kurang cepat. Indonesia cepat tapi mungkin kurang tepat. Karena itu, mereka belajar teknik penyelamatan dari kita, sementara kita belajar bagaimana menangani korban dengan standar medis yang baik,” katanya.

Baca Juga: KKMP Sepinggan Raya Balikpapan Layani Penjualan Sembako lewat Sistem Pre-Order Sambil Tunggu Outlet Resmi

Adri menambahkan, minat peserta internasional terhadap IMERC terus meningkat. Bahkan, di luar pelaksanaan kompetisi, sejumlah pihak dari Australia telah menyampaikan keinginan mengikuti berbagai pelatihan penyelamatan di Indonesia. 

Awalnya terdapat tiga tim Australia yang dijadwalkan berpartisipasi pada IMERC 2026. Namun, dua tim membatalkan keikutsertaan akibat kondisi operasional perusahaan yang terdampak krisis energi. Walhasil, hanya satu tim dari Northern Star Resources yang mengikuti kompetisi tahun ini.

Menurut Adri, tujuan utama IMERC bukan sekadar melahirkan juara, melainkan membangun ekosistem penyelamatan yang semakin profesional melalui peningkatan kapasitas para rescuer.

Ia berharap semakin banyak relawan dan personel penyelamat di Indonesia yang memiliki kompetensi teknis sehingga mampu memberikan pertolongan secara cepat, tepat, dan aman ketika menghadapi kecelakaan maupun bencana.

Dengan kolaborasi lintas negara tersebut, IMERC diharapkan menjadi sarana memperkuat budaya keselamatan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang tanggap darurat. (rd)

Editor : Romdani.
Tim Rescue Balikpapan penajam paser utara ibu kota nusantara Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud Kutai Barat