Balikpapan Tuan Rumah IMERC 2026, Ajang Tingkatkan Kompetensi Tim Rescue Sektor Pertambangan

Muhammad Taufik • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 20:35 WIB
IMERC 2026 di Training Ground Garuda Rescue Nusantara. (FOTO M TAUFIK/KP)
IMERC 2026 di Training Ground Garuda Rescue Nusantara. (FOTO M TAUFIK/KP)

KALTIMPOST.ID-Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 resmi dibuka di Training Ground Garuda Rescue Nusantara (GRN), Balikpapan, Kamis (6/8).

Ajang yang diselenggarakan bersama PT Putra Perkasa Abadi (PPA) ini tidak hanya menjadi kompetisi bagi Emergency Response Team (ERT), tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kompetensi penyelamatan serta pemerataan kemampuan tim rescue di sektor pertambangan.

Ketua Pelaksana IMERC 2026 Koko Prayitno mengatakan tujuan utama penyelenggaraan IMERC bukan sekadar menghasilkan juara, melainkan memperkuat kapasitas para rescuer agar memiliki keterampilan yang lebih merata dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

“Yang paling penting adalah peningkatan kompetensi dan pengetahuan terhadap rescue ini lebih merata. Semakin banyak yang ikut, keterampilan mereka juga semakin meningkat sehingga ketika terjadi keadaan darurat mereka sudah siap,” ujarnya setelah pembukaan IMERC 2026.

Baca Juga: Hipmi Balikpapan Sambut Kolaborasi CIMB Niaga, Fokus Permudah Pembiayaan bagi Pengusaha Muda

Menurut Koko, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan penting seiring tingginya risiko pekerjaan di sektor pertambangan dan industri.

Melalui simulasi yang mendekati kondisi nyata, peserta diharapkan mampu meningkatkan kecepatan sekaligus ketepatan dalam melakukan penyelamatan, terutama pada periode golden time yang sangat menentukan keselamatan korban.

Pada IMERC 2026, panitia mempertandingkan delapan nomor, yakni theory test, individual skill, road crash rescue, vertical rescue, confined space rescue, structural fire fighting, underwater rescue and recovery, serta firefighter combat challenge.

Seluruh tantangan dirancang untuk menguji kemampuan teknis, kerja sama tim, pengambilan keputusan, hingga ketahanan fisik peserta.

Salah satu nomor yang paling menyita perhatian adalah firefighter combat challenge, karena mengombinasikan kecepatan, ketepatan, dan ketahanan fisik dalam menyelesaikan berbagai simulasi penyelamatan.

Menurut Koko, tantangan tersebut menggambarkan kondisi yang sering dihadapi personel penyelamat di lapangan.

Baca Juga: Okupansi Hotel Berbintang di Balikpapan Naik Jadi 59,02 Persen, Industri Perhotelan Mulai Pulih

“Semakin kompetensi dan keterampilannya bertambah, kecepatannya dalam menyelamatkan jiwa juga semakin baik. Yang penting bukan hanya cepat, tetapi juga benar dalam melakukan penyelamatan,” katanya.

Pembukaan IMERC 2026 turut dihadiri Koordinator Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batu Bara Ari Hendarwanto, Ketua Yayasan Garuda Rescue Nusantara Adri Thanada, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Garuda Rescue Nusantara R Teguh Sapto Subroto, Founder MERC Australia Sue Steele, serta perwakilan Singapore Civil Defence Force, Fazi Ismail.

Tahun ini, IMERC diikuti 24 tim emergency response team dari Indonesia dan Australia. Selain kompetisi, penyelenggara juga menggelar Workshop Incident Management Training, kegiatan sosial, serta melibatkan ratusan observer dari berbagai perusahaan dan institusi.

Keterlibatan UMKM, Rumah Zakat, dan Yayasan Al-Firdaus juga menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat penyelenggaraan IMERC.

Koko berharap IMERC terus berkembang menjadi wadah pembelajaran bersama bagi para rescuer di Indonesia.

Menurutnya, selain meningkatkan kemampuan teknis peserta, kegiatan tersebut juga diharapkan menghasilkan rekomendasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja di sektor pertambangan dan industri. (rd)

Editor : Romdani.
penajam paser utara ibu kota nusantara Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud Gubernur Kaltim Rudy Mas ud Kutai Barat