KALTIMPOST.ID-Regional Lead Kalimantan Tanoto Foundation Roselina Ping Juan meluruskan pemahaman masyarakat mengenai pendidikan anak usia dini (PAUD). Menurutnya, masih banyak yang menganggap PAUD identik dengan taman kanak-kanak.
Padahal, PAUD merupakan layanan pendidikan yang mencakup berbagai satuan, mulai taman kanak-kanak (TK), kelompok bermain (KB), satuan PAUD sejenis (SPS), tempat penitipan anak (TPA) hingga raudhatul athfal (RA).
“Masih banyak masyarakat yang menyamakan PAUD dengan TK. Padahal TK hanya salah satu bentuk layanan PAUD. Pemahaman ini penting agar anak memperoleh akses pendidikan sejak usia dini sesuai kebutuhannya,” katanya.
Lebih lanjut, Ping menjelaskan, Tanoto Foundation mengembangkan program Rumah Anak SIGAP berdasarkan nurturing care framework yang diperkenalkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2018. Kerangka tersebut menekankan lima komponen utama agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Kelima komponen tersebut meliputi kesehatan dan nutrisi yang baik, akses terhadap pendidikan berkualitas, keamanan dan perlindungan anak, serta pengasuhan yang responsif dari orang-orang terdekat.
Baca Juga: Hipmi Balikpapan Sambut Kolaborasi CIMB Niaga, Fokus Permudah Pembiayaan bagi Pengusaha Muda
Menurutnya, pengasuhan responsif menjadi fondasi penting yang sering terabaikan. Anak memerlukan interaksi, komunikasi, permainan, serta perhatian dari pengasuh sebagai bagian dari proses tumbuh kembangnya.
“Anak tidak cukup hanya diberi makan atau dijaga. Mereka harus diajak berbicara, diajak bermain, diberi perhatian, dan mendapatkan interaksi yang hangat. Semua itu merupakan bagian dari pengasuhan responsif yang sangat menentukan perkembangan mereka,” tuturnya.
Berbeda dengan sebagian besar layanan pendidikan yang dimulai pada usia tiga tahun ke atas, Rumah Anak SIGAP justru memusatkan perhatian pada kelompok usia nol hingga tiga tahun.
Menurut Roselina, periode tersebut merupakan masa paling krusial dalam pembentukan otak dan karakter anak sehingga tidak boleh terlewat.
Ia berharap peserta Kelas Inspirasi Antar Penggerak (KIARA) bisa menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan pentingnya pengasuhan berkualitas kepada masyarakat luas.
“Kami berharap semakin banyak orangtua dan pengasuh yang memahami bahwa pola asuh dan stimulasi sejak dini sangat penting. Kalau semakin banyak keluarga menerapkannya, maka kita bersama-sama sedang membangun masyarakat yang lebih baik melalui generasi yang tumbuh optimal,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.