KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pesan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mengingatkan kepala daerah agar tidak mudah dibohongi oleh staf pemerintah daerah menyita perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.
Menanggapi arahan tersebut, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menilai pesan Mendagri merupakan saran dan masukan yang konstruktif. Menurutnya, arahan itu menjadi pengingat bagi para pemimpin daerah agar lebih bijak dan cermat dalam mengelola keuangan daerah.
Bagus menjelaskan, seluruh arah pembangunan telah tertuang dalam visi dan misi kepala daerah yang kemudian diterjemahkan menjadi program kerja untuk masyarakat.
Baca Juga: 20 Ucapan Hari Hutan Indonesia 2026 yang Inspiratif dan Penuh Makna, Ajak Jaga Kelestarian Alam
Dalam pelaksanaannya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merupakan pihak yang paling memahami aspek teknis pelaksanaan program maupun pembangunan di lapangan. Karena itu, koordinasi yang kuat antara kepala daerah dan OPD menjadi kunci utama.
Bagus menegaskan kepala daerah tidak perlu segan berdiskusi atau menggali informasi dari jajaran teknis.
“Kepala daerah harus berkoordinasi, tidak usah malu bertanya. OPD yang secara teknis dan sosial lebih memahami kondisi di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepala daerah juga dituntut memahami secara utuh kebijakan anggaran, mekanisme penyusunan usulan anggaran, serta regulasi yang menjadi dasar pelaksanaannya.
“Kepala daerah meski pejabat politik tetap harus memahami tentang kebijakan anggaran, usulan penganggaran, dan regulasi yang berkaitan,” tuturnya.
Menurut Bagus, pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan sebenarnya telah diberikan sejak awal masa jabatan. Ia menyinggung pembekalan atau retret di Magelang yang diikuti seluruh kepala daerah setelah dilantik. Dalam kegiatan tersebut, para menteri memberikan penjelasan mengenai berbagai program dan penyelenggaraan pemerintahan di daerah.
Baca Juga: Tanpa Penantang di Musda Golkar Samarinda, Andi Satya Buka Suara Soal Target Pemilu dan Isu Pilwali
“Saat dilantik semua kepala daerah mengikuti retret di Magelang. Semua menteri memberikan penjelasan terkait kegiatan di daerah. Kalau kita tidak tahu, ya kita belajar lagi,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi