KALTIMPOST.ID-PT Kideco Jaya Agung terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi melalui penyelenggaraan Kideco Innovation Challenge (KIC) 2026, Sabtu (8/8).
Program tersebut menjadi wadah kolaborasi antara dunia industri dan akademik dengan menghadirkan persoalan nyata di sektor pertambangan sebagai bahan kajian mahasiswa untuk dikembangkan menjadi solusi inovatif.
Tahun ini, KIC digelar bekerja sama dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mengusung tema “Inovasi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) dalam Sustainable Mining and Energy.”
Kompetisi melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan melalui tiga kategori, yakni Essay, Hackathon, dan Prototype.
Sebanyak 83 tim mengikuti kompetisi tersebut. Setelah melalui proses seleksi, 15 tim terbaik berhasil lolos ke babak final.
Baca Juga: Hari Suci Asadha 2570 BE di Balikpapan, Umat Buddha Diajak Dalami Dhamma dan Perkuat Toleransi
Keterlibatan peserta dari berbagai kampus menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi antara Kideco dan dunia pendidikan tinggi dalam menjawab tantangan industri masa depan.
Direktur Utama PT Kideco Jaya Agung M Kurnia Ariawan mengatakan, KIC tidak sekadar menjadi ajang kompetisi mahasiswa.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan kemampuan akademik dengan kebutuhan nyata dunia industri sehingga tercipta hubungan yang saling menguatkan.
Menurutnya, perusahaan membawa berbagai persoalan operasional yang dihadapi di lapangan ke lingkungan kampus agar dapat dikaji dari perspektif ilmiah.
Pola seperti ini telah lama diterapkan di sejumlah negara maju dan dinilai mampu mempercepat lahirnya inovasi berbasis riset.
“Di Jerman itu sudah biasa. Ketika industri memiliki persoalan, mereka datang ke kampus. Sekarang Kideco mulai menginisiasi pola seperti itu,” ujar Kurnia.
Baca Juga: Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Tak Mudah Dibohongi Staf, Ini Tanggapan Wakil Wali Kota Balikpapan
Ia menilai perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga mitra strategis dalam menghasilkan gagasan dan solusi yang dapat diterapkan di dunia usaha.
Karena itu, Kideco berharap kolaborasi serupa dapat terus berkembang, tidak hanya bersama ITK, tetapi juga dengan berbagai perguruan tinggi lainnya.
“Harapan kami bukan hanya Kideco, tetapi perusahaan-perusahaan lain juga dapat membangun kerja sama yang erat dengan perguruan tinggi,” katanya.
Rektor ITK Agus Rubiyanto menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, keterlibatan industri dalam menghadirkan persoalan nyata membuat proses pembelajaran mahasiswa menjadi lebih kontekstual sekaligus memperkuat konsep link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
“Kideco memberikan persoalan-persoalan yang benar-benar terjadi di lapangan. Jika kolaborasi ini terus berjalan, maka link and match antara perguruan tinggi dan industri akan semakin kuat,” ujarnya.
Agus menilai kerja sama tersebut sejalan dengan karakter ITK sebagai perguruan tinggi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Kehadiran dunia industri memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan akademiknya dalam menyelesaikan persoalan nyata melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dukungan juga disampaikan Direktur Inovasi Kideco Iwan Susanto. Menurutnya, hubungan antara industri dan perguruan tinggi harus dibangun secara berkelanjutan agar kompetensi lulusan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
“KIC merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari link and match antara dunia industri dan dunia pendidikan,” katanya.
Baca Juga: Hipmi Balikpapan Sambut Kolaborasi CIMB Niaga, Fokus Permudah Pembiayaan bagi Pengusaha Muda
Selain kompetisi, rangkaian KIC 2026 juga menghadirkan Kideco Mining Industry Visit, yang memberi kesempatan kepada para finalis mengenal secara langsung lingkungan operasional perusahaan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai proses bisnis pertambangan sekaligus tantangan yang dihadapi industri.
Bagi Kideco, program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi lebih luas kepada masyarakat melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.
Perusahaan ingin membangun hubungan yang berkelanjutan dengan perguruan tinggi sekaligus membuka ruang lahirnya inovasi yang mampu mendukung transformasi industri pertambangan menuju praktik yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.
Kolaborasi melalui KIC 2026 diharapkan menjadi model sinergi antara kampus dan industri. Di satu sisi, perusahaan memperoleh perspektif baru dalam menjawab tantangan operasional, sementara perguruan tinggi mendapatkan ruang untuk mengembangkan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dengan pendekatan tersebut, Kideco ingin memastikan pengembangan teknologi, talenta muda, dan keberlanjutan industri dapat berjalan beriringan. (rd)
Editor : Romdani.