BALIKPAPAN – Borneo Culture Week 2026 kembali menghadirkan semarak seni dan budaya Nusantara di Bay Park Plaza Balikpapan. Digelar selama tiga hari, festival yang memasuki tahun ketujuh ini menjadi ruang ekspresi bagi ratusan pelaku seni dan budaya lokal sekaligus upaya memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya.
Tahun ini, sebanyak 70 grup pertunjukan dengan sekitar 700 pelaku seni dan budaya ambil bagian dalam festival bertema “Gema Citra Nusantara” tersebut.
Kegiatan ini menggandeng Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan serta Perkumpulan Pelestari Budaya Nusantara (P2BN). Pelaksanaannya juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
General Manager Plaza Balikpapan, Aries Adriyanto, mengatakan Borneo Culture Week tidak sekadar menjadi pertunjukan hiburan, tetapi juga ruang bagi pelaku seni untuk berkarya sekaligus mengenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat.
“Selain untuk memberi apresiasi para pelaku seni dan budaya, kami mengajak masyarakat untuk terus melestarikan budaya dengan memberikan ruang berekspresi, berkarya serta edukasi untuk bersama,” jelas Aries usai seremoni pembukaan Borneo Culture Week, Sabtu (8/8) malam.
Baca Juga: Musim Masuk Sekolah Bikin Tenant Plaza Balikpapan Kebanjiran Pembeli, Transaksi Diprediksi Naik
Menurutnya, festival tersebut juga diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata bagi wisatawan lokal maupun mancanegara melalui beragam penampilan budaya Nusantara.
Tak Hanya Pertunjukan Tari
Konsep Borneo Culture Week tahun ini dikembangkan lebih beragam. Selain pertunjukan tari budaya, pengunjung juga dapat menikmati tenant kuliner serta peragaan busana tradisional.
Aries mengatakan, persiapan festival telah dilakukan sejak awal tahun. Namun, konsep dan seluruh rangkaian kegiatan mulai dimatangkan pada Mei lalu.
Para pelaku seni yang tampil juga telah melalui proses kurasi sebelum ditetapkan sebagai peserta.
“Dengan talenta yang ambil bagian ini sudah dikurasi lebih dulu,” tambahnya.
Keberagaman konten tersebut diharapkan membuat festival tidak hanya menjadi ruang pertunjukan bagi seniman, tetapi juga memberikan pengalaman budaya yang lebih lengkap bagi masyarakat yang datang.
Pernah Masuk Seleksi KEN
Borneo Culture Week juga memiliki rekam jejak dalam pengembangan event berbasis budaya. Pada tahun lalu, kegiatan tersebut masuk dalam proses seleksi Karisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kementerian Pariwisata RI.
Namun, event tersebut belum berhasil masuk dalam daftar program KEN dan hanya mencapai empat besar dalam proses seleksi.
Meski demikian, Aries menyebut masuknya Borneo Culture Week ke dalam laman resmi Kementerian Pariwisata menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan.
“Alhamdulillah cukup terkejut juga, ternyata event ini masuk di website resmi Kementerian Pariwisata,” ujarnya.
Menurut Aries, pengalaman tersebut menjadi modal untuk kembali mengusulkan Borneo Culture Week dalam program KEN tahun depan.
Pihaknya juga optimistis peluang tersebut semakin terbuka karena telah memiliki pengalaman mengikuti proses seleksi sebelumnya.
“Dari Disparpora tadi disampaikan, akan diusulkan kembali tahun depan dan kami cukup optimis karena sudah ada pengalaman sebelumnya,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan